Toko Milik Pensiunan Polisi di Probolinggo Dibobol Maling, Pelaku Ambil CCTV Beserta Monitor

Tindakan pencurian telah sering terjadi di Pasar Wonoasih, dengan sasaran utama meliputi rokok, gula, minyak, tabung gas, serta perabotan dan bahan sembako lainnya.

07 Jun 2025 - 19:35
Toko Milik Pensiunan Polisi di Probolinggo Dibobol Maling, Pelaku Ambil CCTV Beserta Monitor
Toko sembako milik Surojo (60) di Kecamatan Wonoasih yang dibobol (Rahmad/SJP)

KOTA PROBOLINGGO, SJP—Momentum Iduladha tidak membuat para maling di Kota Probolinggo insaf meski untuk sementara. Bahkan seorang pensiunan polisi tidak luput dari jarahan maling.

Pensiunan polisi bernama Surojo (60) itu tidak mengira bahwa toko sembakonya di Pasar Wonoasih, Kota Probolinggo, bakal disatroni maling pada Jumat (6/6/2025) dini hari.

Pelaku terbilang cukup nekat. Pasalnya, dia tidak hanya mencuri barang dagangan korban, namun untuk menghilangkan jejak, pelaku juga membawa kabur kamera CCTV berikut satu unit monitor.

Surojo mengatakan, peristiwa itu terjadi pada pukul 02.30 WIB. Hal itu diketahuinya setelah memeriksa rekaman CCTV. Dalam rekaman itu, pelaku juga membawa sejumlah rokok beserta etalasenya.

Selain mengambil rokok dan membawa seperangkat CCTV, pelaku juga merusak satu kamera CCTV lainnya. Pelaku masuk ke toko dengan merusak rolling door. Pelaku diduga berjumlah dua orang.

Akibat peristiwa itu, Surojo mengaku mengalami kerugian hingga Rp10 juta. Setelah mengetahuinya, dia langsung melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat.

"Saya langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Wonoasih. Selain merusak barang dagangan, pelaku juga membawa kabur satu unit kamera CCTV beserta monitornya," ujarnya, Sabtu (7/6/2025).

Diketahui, aksi pencurian memang kerap terjadi di Pasar Wonoasih. Sasaran utamanya meliputi rokok, gula, minyak, tabung gas, serta perabotan dan bahan sembako lainnya. 

Bahkan salah seorang pedagang lain bernama Suwari menyebut, aksi pencurian sering kali tidak dilaporkan kepada polisi karena nilai kerugian yang dialami korban terbilang kecil.

"Mungkin sudah tiga sampai empat kali terjadi dalam setahun ini. Banyak yang memilih untuk tidak melapor karena kerugiannya kecil," ucap Suwari.

Dengan adanya kejadian ini, penting bagi petugas dan pedagang lainnya untuk meningkatkan keamanan dan kewaspadaan. Kasus itu kini tengah diselidiki kepolisian setempat. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow