Tips Dokter untuk Memulihkan Kondisi Kulit akibat Paparan Gas Air Mata

Paparan gas air mata bisa sebabkan iritasi kulit. Dokter Perdoski dr. Arini Astari menyarankan langkah tepat mulai dari membilas dengan air, memakai pelembap, hingga penggunaan krim anti-inflamasi sesuai anjuran dokter.

01 Sep 2025 - 14:10
Tips Dokter untuk Memulihkan Kondisi Kulit akibat Paparan Gas Air Mata
Kericuhan mewarnai aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Malang Kota hingga Sabtu, 30 Agustus 2025 dini hari WIB. Gas air mata yang ditembakkan aparat kepolisian dilaporkan menembus area Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar (RSSA) Malang dan menyebabkan 17 orang harus dilarikan ke instalasi gawat darurat (IGD). (Foto: Beritasatu.com/Putu Ayu Pratama Sugiyo)

JAKARTA, SJP – Paparan gas air mata sering meninggalkan dampak serius pada kulit, mulai dari iritasi hingga peradangan. Dokter spesialis kulit dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), dr. Arini Astari, membagikan sejumlah langkah penting untuk membantu memulihkan kondisi kulit setelah terpapar gas air mata.

Dr. Arini menegaskan, hal utama yang harus dilakukan segera adalah membasuh kulit dengan air mengalir dalam jumlah banyak. Gunakan air bersuhu ruang atau air biasa, bukan air panas.

“Kondisi kulit yang terpapar gas air mata harus cepat dipulihkan karena bisa memicu iritasi dan peradangan. Jika ada luka, proses pemulihan biasanya lebih lama,” jelasnya.

Setelah dibersihkan, kulit perlu dijaga kelembapannya. Pelembap dengan tekstur lembut dan kandungan ceramide, petrolatum, atau lidah buaya (aloe vera) disarankan untuk memperbaiki lapisan kulit yang rusak.

Selain itu, masyarakat diimbau segera melepaskan pakaian yang terkontaminasi gas air mata agar tidak terjadi paparan ulang.

Bagi yang mengalami iritasi, dr. Arini mengingatkan agar tidak menggosok area kulit karena bisa memperparah kondisi.

“Jika ada luka atau iritasi berat, bisa diberi krim untuk meredakan inflamasi. Penggunaan kortikosteroid topikal ringan seperti hydrocortisone bisa sesuai anjuran dokter,” tambahnya.

Waktu pemulihan kulit bervariasi. Pada iritasi ringan, kondisi biasanya membaik dalam 1–3 hari setelah tidak ada paparan. Namun, pada kasus dermatitis berat atau luka, penyembuhan dapat berlangsung 1–2 pekan.

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan masyarakat adalah mengoleskan pasta gigi pada kulit yang terkena gas air mata. Dr. Arini menegaskan, cara tersebut sangat berbahaya.

“Penggunaan pasta gigi di bawah mata tidak direkomendasikan karena mengandung menthol, fluoride, dan detergen. Justru bisa memperparah iritasi, menyebabkan dermatitis, bahkan luka bakar kimia. Jadi sebaiknya dihindari,” tegasnya. (**)

Sumber : beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow