Pasta Gigi Ternyata tak Aman untuk Cegah Efek Paparan Gas Air Mata
Pemakaian pasta gigi untuk mencegah perih akibat gas air mata berbahaya. Dokter Perdoski, dr. Arini Astari, menjelaskan kandungan pasta gigi justru memperburuk iritasi kulit dan berisiko menimbulkan dermatitis hingga luka bakar kimia.
JAKARTA, SJP – Kebiasaan sebagian masyarakat mengoleskan pasta gigi di bawah mata untuk mencegah rasa perih akibat paparan gas air mata ternyata berbahaya. Dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), dr. Arini Astari, menegaskan bahwa cara ini tidak hanya tidak efektif, tetapi juga berisiko memperparah iritasi kulit.
“Penggunaan pasta gigi di bawah mata tidak direkomendasikan karena mengandung menthol, fluoride, dan detergen. Justru bisa memperparah iritasi,” kata dr. Arini Astari.
Menurut Arini, efek gabungan antara pasta gigi dan paparan gas air mata bisa menimbulkan kondisi lebih serius. Tidak hanya iritasi, tetapi juga dermatitis hingga luka bakar kimia.
“Memperparah iritasi, menyebabkan dermatitis, bahkan luka bakar kimia. Jadi, penggunaan pasta gigi itu tidak aman dan sebaiknya dihindari,” tegasnya.
Lebih lanjut, dr. Arini menjelaskan, gas air mata mengandung senyawa berbahaya seperti chlorobenzylidene malononitrile (CS) atau chloroacetophenone (CN). Kedua senyawa ini bekerja sebagai iritan kuat pada mata, kulit, dan saluran napas.
Jika mengenai kulit, reaksi yang muncul antara lain kemerahan, rasa panas seperti terbakar, gatal, hingga dermatitis kontak iritan. Pada paparan berat atau berulang, bahkan bisa menimbulkan luka melepuh.
“Jika terkena berturut-turut selama tiga hari, kulit akan mengalami akumulasi iritasi. Risiko peradangan lebih berat, luka terbuka, dan infeksi sekunder yang lebih tinggi,” jelasnya.
Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi publik mengenai cara penanganan paparan gas air mata. Alih-alih mengandalkan cara tradisional yang belum terbukti aman, masyarakat disarankan mengikuti anjuran medis, seperti segera membilas dengan air mengalir, melepas pakaian terkontaminasi, serta menjaga kelembapan kulit dengan pelembap yang tepat. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

