Tim Gegana Sterilisasi TKP Ledakan Petasan di Situbondo
Langkah ini diambil guna mengantisipasi adanya sisa serbuk atau bahan peledak yang masih berpotensi membahayakan keselamatan warga di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).
SITUBONDO, SJP– Meski garis polisi telah terpasang di sekitar lokasi kejadian, puluhan warga terus berdatangan untuk menyaksikan kondisi rumah yang hancur akibat ledakan petasan di Kampung Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Kamis (19/2/2026).
Guna mengamankan lokasi, Kepolisian Resor (Polres) Situbondo menurunkan Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim untuk melakukan penyisiran.
Langkah ini diambil guna mengantisipasi adanya sisa serbuk atau bahan peledak yang masih berpotensi membahayakan keselamatan warga di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Petugas di lapangan pun terus mengimbau masyarakat untuk menjauh demi menghindari risiko ledakan susulan.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anwar Sidiqie, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami asal-usul serta peruntukan bahan peledak tersebut.
Hingga saat ini, fokus utama petugas adalah sterilisasi area sebelum dilakukan olah TKP lanjutan.
"Saat ini petugas masih melakukan sterilisasi yang dilakukan oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Jatim. Setelah dinyatakan aman, barulah Polres Situbondo melaksanakan olah TKP," ujar AKBP Bayu Anwar Sidiqie, Kamis (19/2/2026).
Dalam penyisiran tersebut, personel Gegana dengan perlengkapan lengkap menemukan sejumlah selongsong petasan berbahan kertas.
Temuan tersebut langsung diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi awal, ledakan hebat ini diduga kuat berasal dari rumah milik Kulsum (60), yang disinyalir menjadi tempat produksi petasan.
Akibat insiden tersebut, kediaman Kulsum hancur total, sementara enam rumah di sekitarnya mengalami kerusakan ringan.
Peristiwa ini memakan korban jiwa dan luka-luka. Satu korban bernama Supriyadi dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat tertimbun reruntuhan bangunan. Sementara itu, lima pemuda yakni Samsul (22), Riko (25), Abdurrahman (15), Fais (15), dan Fino (15) menderita luka bakar serius. Pemilik rumah, Kulsum (60), dilaporkan mengalami patah tulang pada kaki kanan. Dampak psikologis juga dirasakan warga sekitar.
Sejumlah penduduk mengaku trauma dan memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat karena mengkhawatirkan adanya ledakan susulan yang dapat kembali mengancam keselamatan mereka. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

