Porsi Sahur Besar Picu Lapar Lebih Cepat, dr. Tirta Sarankan Fokus pada Protein dan Serat

komposisi nutrisi jauh lebih krusial dibandingkan kuantitas makanan yang dikonsumsi.

19 Feb 2026 - 12:30
Porsi Sahur Besar Picu Lapar Lebih Cepat, dr. Tirta Sarankan Fokus pada Protein dan Serat
Ilustrasi makanan bergizi. (Istimewa)

SUARAJATIMPOST.COM– Kebiasaan mengonsumsi makanan dalam porsi besar saat sahur dinilai dapat menyebabkan tubuh lebih cepat merasa lapar saat menjalankan ibadah puasa.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, menegaskan bahwa komposisi nutrisi jauh lebih krusial dibandingkan kuantitas makanan yang dikonsumsi.

Menurut dr. Tirta, konsumsi karbohidrat secara berlebihan saat sahur dapat memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis.

Kondisi ini merangsang tubuh melepaskan insulin dalam jumlah besar, yang berakibat pada penurunan kadar gula darah secara cepat sehingga memicu rasa lapar pada siang hari.

"Jika gula darah naik lalu turun drastis, tubuh akan cepat merasa lapar, lemas, bahkan mengantuk," ujar dr. Tirta melalui kanal YouTube pribadinya, sebagaimana dikutip pada Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa pola makan yang tidak seimbang sering kali menyebabkan seseorang mengalami penurunan energi yang signifikan pada pagi hingga siang hari, khususnya sekitar pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Fenomena tersebut menurutnya bukan semata-mata dampak dari berpuasa, melainkan akibat fluktuasi gula darah pasca-sahur.

Sebagai solusi, dr. Tirta menyarankan masyarakat untuk memprioritaskan asupan tinggi protein dan serat.

Kedua nutrisi tersebut dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama serta menjaga stabilitas kadar gula darah.

"Telur, dada ayam, ikan, alpukat, sayuran, dan kurma secukupnya dapat menjadi pilihan menu sahur yang baik," tuturnya.

Ia berharap masyarakat lebih bijak dalam mengatur menu sahur agar stamina tetap terjaga dan produktivitas harian tidak terganggu selama bulan Ramadan.

"Sahur itu bukan persoalan merasa sangat kenyang, tetapi tentang ketahanan energi yang stabil," pungkasnya. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow