Tersangka Mutilasi Mojokerto Ternyata Pernah Nyantri di Jombang
Di Sekolah SMA Budi Utomo itulah tempat Alvi Maulana menuntaskan pendidikan yang berbasis pesantren.
JOMBANG, SJP – Terungkap fakta bahwa pelaku mutilasi mengerikan di Mojokerto, Alvi Maulana (24), pernah menempuh kegiatan pendidikan di lingkungan pesantren di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Informasi tersebut disampaikan oleh Heboh Handono Pribadi Luhur, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Budi Utomo di Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Di Sekolah SMA Budi Utomo itulah tempat Alvi Maulana menuntaskan pendidikan yang berbasis pesantren.
Menurut Heboh, sosok pelaku mutilasi merupakan lulusan SMA tahun 2019. Namun, dirinya mengaku kurang mengetahui detail perilaku Alvi selama masa sekolah karena saat itu sedang berlangsung pandemi Covid-19. Di mana seluruh siswa, termasuk santri, harus dipulangkan ke rumah masing-masing untuk menjalani pembelajaran jarak jauh.
"Yang saya tahu, dia lulusan tahun 2019 atau lulusan masa corona. Waktu itu semua siswa harus kembali ke rumah, jadi setelah kepulangan sampai kelulusannya, kami tidak mengetahui apa dan bagaimana keadaan siswa tersebut," kata Heboh Handono, lewat pesan diterima wartawan, Rabu (10/9/2025).
Setahu Heboh, sosok Alvi dikenal sebagai siswa yang pendiam dan tidak pernah tercatat memiliki masalah selama di sekolah. Tidak ada catatan pelanggaran atau kejadian khusus yang melibatkan dirinya.
"Kalau masa sebelum pandemi, perilakunya seperti siswa pada umumnya. Karena beberapa tahun masa covid sehingga semuanya pulang, kami tidak tahu detail karakternya," bebernya.
"Setahu saya tidak pernah ada masalah di sekolah, tidak ada catatan khusus. Siswanya biasa-biasa saja," imbuhnya.
Demikian juga di asrama pondok, Heboh menegaskan bahwa ia tidak mengetahui bagaimana perilaku Alvi. SMA Budi Utomo merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Gadingmangu, Kecamatan Perak.
"Di sini kan sekolah berbasis pondok. Yang saya ketahui ya perilakunya di sekolah saja, sedangkan yang di pondoknya saya tidak tahu persis. Apalagi dia adalah santri pendatang," tandasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

