Tembok Penahan Rumah Makan Ayam Pemuda di Bondowoso Longsor
Tembok penahan tanah di rumah makan Kelurahan Dabasah Bondowoso longsor akibat kebocoran saluran air bawah tanah. BPBD lakukan asesmen dan imbauan, tidak ada korban jiwa.
BONDOWOSO, SJP – Sebuah tembok penahan tanah di bawah bangunan Rumah Makan Ayan Goreng Pemuda, Kelurahan Dabasah, Kecamatan Bondowoso, mengalami longsor pada Sabtu (3/1/2026) siang. Peristiwa tersebut dipicu kebocoran gorong-gorong atau saluran air bawah tanah yang menggerus struktur penahan.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kristanto Putro Prasojo, mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian sekira pukul 13.00 WIB melalui pesan WhatsApp dari warga setempat.
“Setelah menerima laporan, petugas BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen awal. Longsor terjadi akibat kebocoran saluran air bawah tanah yang menyebabkan tembok penahan tanah tidak mampu menahan beban,” ujarnya
Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerusakan cukup signifikan pada bagian bawah bangunan rumah makan. Tembok penahan tanah yang longsor memiliki panjang sekitar 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi mencapai 8 meter.
BPBD Bondowoso bersama Pusdalops dan Agen Jatim telah melakukan sejumlah langkah penanganan awal. Selain asesmen lapangan, petugas juga memberikan imbauan kepada pemilik bangunan agar menghentikan sementara seluruh aktivitas di area terdampak serta mengevakuasi barang-barang ke tempat yang lebih aman.
“Kami juga telah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan sebagai bahan rencana tindak lanjut, termasuk koordinasi dengan OPD teknis terkait,” jelas pria yang karib disapa Kris ini.
Dalam penanganan di lokasi, BPBD Bondowoso melibatkan unsur BSBK serta warga sekitar. Hingga laporan ini disampaikan, situasi di lokasi terpantau terkendali dan tidak ditemukan kendala berarti dalam proses penanganan awal.
"Kami memastikan perkembangan selanjutnya akan terus dipantau, sembari menunggu langkah lanjutan dari perangkat daerah teknis guna mencegah risiko longsor susulan," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

