Telur Rebus dari Pihak Ketiga Diduga Jadi Pemicu Keracunan Massal MBG di Mojokerto

Secara garis besar, hasil diskusi mengarah pada dugaan sementara terkait prosedur pembelian telur matang. Ada rentang waktu yang cukup lama dari proses perebusan hingga konsumsi yang akan kami dalami lebih lanjut.

17 Jan 2026 - 12:00
Telur Rebus dari Pihak Ketiga Diduga Jadi Pemicu Keracunan Massal MBG di Mojokerto
Salah satu balita korban keracunan MBG di Mojokerto saat dijenguk oleh Menteri HAM, Natalius Pigai dan Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra di RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari beberapa waktu lalu. (Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJP– Investigasi mendalam terkait insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mulai menemukan titik terang. 

Komandan Kodim (Dandim) 0815 Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo, mengungkapkan bahwa dugaan kuat sumber kontaminasi berasal dari komoditas telur ayam rebus yang dipasok oleh pihak ketiga.

Berdasarkan hasil uji laboratorium Labkesda Kabupaten Mojokerto terhadap sampel muntahan korban dan sisa makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, ditemukan indikasi ketidaklayakan pada protein hewani tersebut.

Letkol Inf Abi menjelaskan adanya celah waktu dalam proses pengolahan hingga pendistribusian makanan yang menyebabkan penurunan kualitas bahan pangan. 

Ia menjelaskan, pada Rabu (7/1/2026) malam, telur ayam mulai dimasak/direbus oleh pihak ketiga. Selanjutnya pada Kamis (8/1/2026) sore telur matang dikirim ke SPPG di Ponpes Al Hidayah.

Kemudian pada Jumat (9/1/2026) pagi, menu soto ayam hang di dalamnya ada telur tersebut didistribusikan ke tujuh sekolah yang ada di Kutorejo.

Dan pada Sabtu (10/1/2026), ratusan siswa, santri, dan orang tua mulai menunjukkan gejala medis serius.

"Secara garis besar, hasil diskusi mengarah pada dugaan sementara terkait prosedur pembelian telur matang. Ada rentang waktu yang cukup lama dari proses perebusan hingga konsumsi yang akan kami dalami lebih lanjut," ujar Letkol Abi. 

Pemerintah Kabupaten Mojokerto secara resmi telah menetapkan insiden ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Langkah ini diambil menyusul masifnya jumlah korban yang mengalami gejala mual, muntah, demam, hingga diare akut setelah mengonsumsi ribuan porsi soto ayam yang disediakan SPPG Yayasan Bina Bangsa.

Situasi ini turut mendapat atensi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, melakukan peninjauan langsung terhadap para korban yang menjalani perawatan di Pondok Pesantren Ma'had An Nur dan RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terhadap pihak ketiga selaku penyedia telur rebus untuk melihat adanya unsur kelalaian dalam prosedur keamanan pangan (food safety). (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow