Tanggul Sungai Sadar Mojokerto Jebol, Puluhan Warga Rayakan Malam Takbir di Pengungsian

Tanggul DAM Sungai Sadar sepanjang 15 meter jebol pada Jumat (20/3/2026) malam, mengakibatkan air merendam permukiman warga tepat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

21 Mar 2026 - 05:00
Tanggul Sungai Sadar Mojokerto Jebol, Puluhan Warga Rayakan Malam Takbir di Pengungsian
Banjir di Mojokerto akibat tanggul jebol di malam takbir Idulfitri. (Foto: Istimewa)

MOJOKERTO, SJP – Malam takbir yang seharusnya menjadi momen perayaan kemenangan berubah menjadi proses evakuasi bagi warga Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. 

Tanggul DAM Sungai Sadar sepanjang 15 meter jebol pada Jumat (20/3/2026) malam, mengakibatkan air merendam permukiman warga tepat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Bencana ini dipicu hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Mojokerto sejak pukul 15.00 WIB. 

Luapan air sungai tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga merangsek ke dalam rumah warga dengan ketinggian yang terus meningkat hingga malam hari.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, dua titik terparah berada di Dusun Kuripan dan Dusun Balongcangkring. 

Dusun Kuripan (RT 05/RW 04) sebanyak 56 rumah terdampak (105 jiwa). Ketinggian air di dalam rumah mencapai 30–50 cm, sementara di akses jalan mencapai 100 cm.

Di Dusun Balongcangkring (RT 03/RW 03) dilaporkan sebanyak 90 rumah terdampak (170 jiwa). Tanggul jebol sepanjang 15 meter dengan lebar 6 meter menyebabkan air menggenangi permukiman setinggi satu meter dan total 40 hektare lahan persawahan di kedua dusun tersebut dilaporkan terendam banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menyebut personel Tim Reaksi Cepat (TRC) telah diterjunkan untuk mengevakuasi warga menggunakan perahu fiber ke Balai Dusun Kuripan dan rumah kerabat yang lebih aman. 

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, saat meninjau lokasi menjelaskan bahwa selain faktor cuaca, banjir diperparah oleh penyumbatan sampah di Dam Tinggar Buntut, Kecamatan Bangsal. 

"Ada penyumbatan di dam sehingga aliran air tidak lancar. Pintu air yang sempit membuat sampah menumpuk dan air meluap ke permukiman," terang dia. 

Upaya pembersihan sampah saat ini masih dilakukan secara manual oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama warga, mengingat akses dan kondisi debit air yang masih fluktuatif.

Selain di Mojoanyar, cuaca ekstrem juga memicu rentetan insiden di wilayah lain. Masing-masing di Kecamatan Bangsal, dilaporkan ada pohon tumbang di lima titik sempat memutus akses jalan sebelum dibersihkan petugas dan di Kecamatan Kutorejo, genangan air meluap di Desa Kertosari akibat buruknya drainase dan tumpukan sampah di atas saluran air.

Hingga dini hari, debit air di Desa Jumeneng dilaporkan masih mengalami kenaikan perlahan. 

Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyatakan akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk perbaikan tanggul permanen dan pelebaran pintu air guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow