Beragam Kreatifitas Peserta Festival Musik Patrol Semarakkan Malam Takbir Kota Kediri
Tahun ini, peserta Festival Musik Patrol bertambah. Tidak hanya perwakilan setiap kelurahan yang ada di Kota Kediri, tapi juga sejumlah sekolah SMA/SMK serta MA. Membuat festival ini makin semarak dengan berbagai kreatifitas para pesertanya.
KEDIRI, SJP - Malam takbir 1 Syawal 1447 H di Kota Kediri makin meriah dengan adanya Festival Musik Patrol. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat yang memadati sepanjang rute yang dilalui peserta. Alunan berbagai alat musik dan lantunan takbir yang menggema menambah suasana semarak sekaligus kegembiraan menyambut Hari Raya Idulfitri.
Tahun ini, peserta Festival Musik Patrol bertambah. Tidak hanya perwakilan setiap kelurahan yang ada di Kota Kediri, tapi juga sejumlah sekolah SMA/SMK serta MA. Membuat festival ini makin semarak dengan berbagai kreatifitas para pesertanya.
Alat musik yang digunakan sangat beragam. Mulai dari yang sederhana seperti kentongan ketipung, angklung, rebana hingga yang lengkap seperti gamelan dan perlengkapan drumband. Tidak hanya itu, para peserta juga memamerkan kreatifitasnya dengan memanfaatkan barang-barang bekas seperti botol kaca, gentong plastik sebagai alat musik.
Beragam tema unik diusung. Seperti yang diperlihatkan perwakilan Kelurahan Pakunden yang mengusung sebuah perahu lengkap dengan berbagai alat musik tradisional seperti gamelan. Kelurahan yang tahun lalu berhasil meraih juara ini, bertekad menampilkan yang terbaik untuk bisa kembali mendapatkan juara.
"Ini bentuknya perahu, dari besi. Kita persiapan selama hampir dua Minggu, secara bersama-sama," tutur anggota tim kelurahan Pakunden Suwarno, Jumat, (20/3/2026).
Untuk urusan kostum, juga tidak kalah unik. Ada sejumlah peserta yang memilih kostum tradisional tapi ada juga yang membuat sendiri dari barang-barang bekas, serta menyewa di tempat persewaan kostum. Masing-masing kostum juga mengusung keunikan tersendiri.
Seperti dari kelompok kelurahan Balowerti yang memadukan ciri khas Kota Kediri dengan budaya Nusantara melalui kostum mereka.
"Ungunya warna khas Kota Kediri lalu, ada unsur Sumatera dan dipadukan dengan bulu-bulunya ala Papua. Persiapannya sekitar seminggu. Kostumnya ada yang buat sendiri ada yang sewa. Kalau latihan bersama rutin dalam sepekan ini." ujar koordinator kelurahan Balowerti Imam.
Festival Musik Patrol sendiri digelar sebagai upaya bersama untuk melestarikan budaya. Seperti diketahui pada masa lalu, pada malam takbir masyarakat selalu mengumandangkan takbir dengan musik-musik tradisional baik itu kentongan, baik itu beduk dan lain sebagainya.
"Pemerintah bersama masyarakat kota Kediri kita ingin budaya yang dulunya sudah ada, yang dulunya baik, kita ingin budaya ini tetap dilestarikan sehingga ini bisa menjadi daya tarik dan orang yang mudik ke kota Kediri rasanya ingin kembali lagi ke kota Kediri karena ada momen istimewa. Dimana setiap lebaran selalu ada musik patrol atau takbir keliling," ungkap Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
Mbak Wali, sapaan akrabnya menuturkan, belakangan musik patrol dan tradisional saat malam takbir makin tergeser, terutama oleh musik atau sound horeg.
"Karena itulah kita ingin memberikan wadah, memberikan ruang kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk bisa mengekspresikan untuk bisa berkreasi mengeluarkan inovasinya tetapi tidak menghilangkan budaya lokal," pungkasnya. (**)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

