Tangis Ibu Korban Outing Class Maut Mojokerto: Anak Saya Rajin Salat Tahajud
Bagi Istiqomah, kehilangan putranya tidak bisa diganti dengan apa pun, walau ia tetap berusaha ikhlas melepas putra tercintanya itu.
KOTA MOJOKERTO, SJP - Istiqomah (38), matanya sendu usai meluapkan tangis kesedihan. Dia bercerita, anaknya berinisial MY yang duduk di kelas VII SMPN Negeri 7 Mojokerto merupakan anak yang rajin beribadah.
Selain selalu salat tepat waktu, setiap malam MY rajin menunaikan salat tahajud. Bagi Istiqomah, kehilangan putranya tidak bisa diganti dengan apa pun. Namun dia tetap berusaha ikhlas melepas putra tercintanya itu.
MY adalah putra kedua dari pasangan suami istri Yosef dan Istiqomah. MY digadang-gadang sebagai anak yang bisa memberi manfaat bagi negara dan agama. Serta bisa menuntun orang tuanya ketika tua nanti.
Di mata Istiqomah, MY merupakan anak yang cerdas, berprestasi di sekolahnya, dan tidak pernah tertinggal dalam meraih peringkat kelas.
"Anaknya rajin, baik, sekolahnya maupun salatnya. Bahkan salat tahajud tidak pernah ketinggalan," terang Istiqomah sembari mengusap air mata, saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Kedundung, Kota Mojokerto, Kamis (30/1/2025).
Saat ini, rumah Istiqomah dipenuhi karangan bunga dan ucapan belasungkawa. Bahkan mereka yang berdatangan juga tampak meninggalkan sesuatu sembari berkata “turut berduka cita.”
Kendati begitu, yang dibutuhkan Istiqomah saat ini adalah informasi dari pihak sekolah tentang bagaimana sebenarnya kronologi sang buah hati bisa sampai luput dari pengawasan guru, hingga menyebabkan anaknya meregang nyawa. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

