Tak Miliki Shelter ODGJ, Dinsos P3AKB Bondowoso Sebut Akan Maksimalkan Rumah Singgah
Kejadian demi kejadian ODGJ melukai warga, Kabupaten Bondowoso dirasa sangat perlu memiliki shelter ODGJ pasca rehabilitasi medik di rumah sakit
BONDOWOSO, SJP - Belakangan ini, di Kabupaten Bondowoso terjadi beberapa kali orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berulah, bahkan membahayakan nyawa orang lain.
Kejadian pertama, terjadi di Kecamatan Pakem. Seorang wanita yang merupakan eks psikotik atau mantan ODGJ kambuh dan sempat melukai suami serta kedua mertuanya dengan menggunakan senjata tajam (sajam). Dirinya kambuh lantaran, sudah berhenti mengonsumsi obat dari rumah sakit.
Kejadian kedua, seorang ODGJ yang berasal dari Desa Purnama yang sudah tak memiliki keluarga berulah di Kelurahan Kademangan. Dia membogem seorang wanita yang kebetulan lewat di jalan raya. Sehingga, diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Kota Bondowoso.
Kejadian ketiga terjadi di Kecamatan Maesan. Nmun kala itu, sang ODGJ tak melukai warga melainkan mencuri kotak amal sebuah masjid dan sempat terekam CCTV, sehingga diamankan oleh pihak Polsek Maesan.
Terakhir, juga terjadi di Kecamatan Maesan. Seorang pria yang merupakan ODGJ melukai warga yang sedang duduk santai di atas sepeda motornya.
Sang ODGJ melukai korbannya dengan parang atau sajam sehingga menyebabkan luka robek 10 cm di wajah sebelah kanan, luka robek bahu kanan 5 cm, luka robek di telapak tangan kanan 4 cm dan di daerah punggung yang robek 10 cm.
Namun begitu, Dinas Sosial, Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Keluarga berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso belum memiliki niatan untuk membangun shelter khusus menangani ODGJ terlantar maupun eks psikotik.
Untuk kebutuhan shelter, dikatakan Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah, untuk saat ini pihaknya hanya akan memaksimalkan rumah singgah yang dimiliki oleh Dinsos P3AKB Kabupaten Bondowoso.
"Dengan segala keterbatasan sarana prasarana yang ada, kita tetap lakukan upaya untuk memanfaatkan rumah singgah yang telah kita miliki," jelasnya, Rabu (15/1/2025).
Hingga saat ini, imbuhnya, pihaknya masih berkolaborasi bersama unit pelaksana teknis (UPT) Dinsos Provinsi Jawa Timur (Jatim).
"Selain itu kami juga bekerja sama dengan Sentra Mahatmiya yang ada di Bali," ungkapnya.
Namun demikian, Anis mengakui, para eks psikotik yang sudah sembuh tersebut, masih dilakukan pendampingan serta memberikan edukasi kepada pihak keluarga dan tetangga agar selalu memberikan dukungan kepada mereka.
"Untuk sementara, kita juga bekerja sama dengan yayasan yang menangani ODGJ untuk pendampingan serta pemberdayaan eks psikotik," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

