Sulit Tidur Bisa Percepat Penuaan Otak dan Tingkatkan Risiko Demensia
Sulit tidur dalam jangka panjang dapat mempercepat penuaan otak dan meningkatkan risiko demensia. Para ahli menekankan pentingnya menjaga pola tidur teratur.
SUARAJATIMPOST.COM – Gangguan tidur bukan sekadar membuat tubuh lemas keesokan harinya. Sejumlah penelitian medis menyebutkan, sulit tidur dalam jangka panjang dapat mempercepat penuaan otak dan meningkatkan risiko demensia.
Para ahli saraf menegaskan, tidur malam yang terganggu akan menghambat proses regenerasi sel otak. Padahal, fase tidur merupakan momen penting bagi otak untuk memulihkan fungsi. Kondisi ini membuat otak lebih rentan mengalami penurunan daya ingat, melemahkan fungsi kognitif, dan berpengaruh buruk pada kesehatan mental.
Lebih jauh, sulit tidur diyakini turut memicu penumpukan protein berbahaya di otak, termasuk beta-amyloid yang kerap ditemukan pada pasien Alzheimer. Faktor tersebut dianggap sebagai salah satu pemicu utama demensia, terutama pada kelompok usia lanjut.
“Gangguan tidur harus dianggap serius karena dampaknya tidak hanya pada kualitas hidup sehari-hari, tetapi juga pada kesehatan otak dalam jangka panjang,” seperti dilansir dari beritasatu.
Dokter menyarankan penderita gangguan tidur untuk segera mencari penanganan. Pilihan yang disarankan mulai dari perubahan gaya hidup, terapi perilaku kognitif, hingga pemeriksaan medis lebih lanjut. Dengan langkah tepat, risiko penuaan dini otak maupun munculnya demensia dapat ditekan.
Gangguan tidur sering dianggap sepele, namun faktanya bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan otak. Menjaga pola tidur yang teratur dinilai sebagai salah satu cara penting untuk melindungi fungsi otak di kemudian hari. (**)
Editor: Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

