Sosialisasikan Deep Learning dan TKA di UMG Gresik: Mendikdasmen Ungkap Perlunya Peningkatan Kualitas Belajar di Sekolah

Selama lima tahun berlalu, terpantau Kemendikdasmen bahwa kualitas belajar mengajar anak-anak menurun sehingga perlunya Deep Learning dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) diterapkan di sekolah.

03 Nov 2025 - 15:09
Sosialisasikan Deep Learning dan TKA di UMG Gresik: Mendikdasmen Ungkap Perlunya Peningkatan Kualitas Belajar di Sekolah
Foto: Staf Khusus Menteri Dikdasmen bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, seusai menghadiri seminar dan sosialisasi Deep Learning dan TKA di Aula Kampus Universitas Muhammadiyah Gresik, Senin (3/11/2025). (Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengungkap perlu ada peningkatan kualitas belajar mengajar di sekolah. Selama lima tahun berlalu, terpantau kualitas belajar mengajar anak-anak menurun sehingga perlunya Deep Learning dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) diterapkan di sekolah.

Hal tersebut diungkapkan Staf Khusus Menteri Dikdasmen bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, saat menghadiri Seminar dan Sosialisasi Deep Learning dan TKA di Universitas Muhammadiyah Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Senin (3/11/2025).

"Selama lima tahun lalu, kita tidak mengetahui kualitas pendidikan turun. Selama itu tidak ada ujian berdampak sekali. Kabar di media sosial banyak anak usia SMP kurang bisa membaca, usia SMA ilmu dasar belum bisa menjawab. Karena itu, Kementrian merasa ini (Deep Learning dan TKA) harus dilakukan," kata Didik.

"Keluhan rektor-rektor bahwa anak-anak tidak bisa memilih sesuai dengan bakat dan minat. Maka TKA diperlukan agar bisa lebih baik," tambahnya. 

Didik menyampaikan, target penerapan pembelajaran Deep Learning dan TKA ini secara nasional menyasar 65.000 sekolah tahun ini. Ia menyebut, seluruh sekolah yang ada di Indonesia sekitar 400.000 lembaga itu diharapkan bisa menerapkan Deep Learning dan TKA pada tahun 2029. 

Alasan kuat bahwa Deep Learning dan TKA ini harus diterapkan karena adanya penurunan kualitas hasil belajar mengajar anak-anak di sekolah. Memulai pada tahun ini, Mendikdasmen berupaya mendorong anak-anak akan menjadi generasi emas di tahun 2045 mendatang. 

"Kita ingin menjawab persoalan sumber daya manusia Indonesia. Supaya menuju Indonesia generasi emas tahun 2045 itu bisa kita tuntun dengan baik," jelasnya. 

Menurut Didik, dengan salah satu pendekatan yang dilakukan Deep Learning dan TKA anak-anak akan dilatih tentang bagaimana berpikir kritis, berkolaborasi, berkreasi, dan berinovasi. 

"Anak-anak juga dilatih bagaimana punya kemampuan komunikasi yang bagus. Supaya mereka bisa berbicara secara global dan bisa menyampaikan ide-ide bagusnya untuk membangun Indonesia Emas," paparnya. 

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Khoirul Anwar, mengapresiasi seminar dan sosialisasi terkait Deep learning dan TKA ini bisa langsung dihadiri pihak sekolah Guru, dosen, maupun mahasiswa. 

Melalui seminar bertajuk merawat kecerdasan dan karakter bangsa lewat Deep Learning dan TKA, pihaknya berharap para peserta dapat menambah wawasan dan kompetensi.

"Semoga guru, dosen, mahasiswa, dan peserta lainnya yang hadir bisa memahami dan menerapkan Deep Learning dan TKA dengan baik," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow