Dari Lahan Kosong Jadi Ladang Edukasi, Dindik Jatim Bangun Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mendorong sekolah memanfaatkan lahan tak produktif menjadi kebun edukasi produktif melalui program SIKAP, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan menumbuhkan semangat kewirausahaan siswa SMA-SMK di Jawa Timur.
BONDOWOSO, SJP - Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga lahan tumbuhnya kemandirian dan kreativitas siswa. Gagasan itu kini diwujudkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), yang digagas untuk memperkuat ketahanan pangan di lingkungan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, program ini merupakan bagian dari inisiatif Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam memperkuat ketahanan pangan, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dan Nawa Bhakti Satya Pemprov Jatim.
“Seluruh wilayah harus berperan dalam ketahanan pangan, termasuk lembaga pendidikan. Banyak sekolah, terutama SMA dan SMK, yang punya lahan luas tapi tidak produktif karena hanya jadi tempat buang sampah. Nah, sekarang kita ubah lahan itu jadi lahan produktif,” ujar Aries, Sabtu (1/11/2025), usai mendampingi Gubernur Khofifah meresmikan SMA Negeri 1 Tenggarang Bondowoso sebagai sekolah SIKAP.
Menurut Aries, gerakan ini membawa dua manfaat besar bagi siswa, pembelajaran kontekstual dan penguatan jiwa kewirausahaan. Melalui kegiatan bercocok tanam, siswa tidak hanya belajar tentang pertanian, tetapi juga manajemen produksi dan pemasaran hasil panen.
“Anak-anak diajarkan untuk siap berkompetisi di dunia kerja. Mereka belajar langsung, bersentuhan dengan kegiatan bercocok tanam, dan pelajarannya disesuaikan dengan kebutuhan laboratorium alam,” jelasnya.
Aries menambahkan, sekolah-sekolah dengan jurusan pertanian, peternakan, atau perikanan memang sudah memiliki passion di bidang ini. Namun, sekolah lain yang punya lahan kosong juga diarahkan agar lebih produktif.
Beberapa sekolah bahkan sudah menjalin kerja sama dengan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan makan bergizi gratis (MBG) yang tidak hanya bergantung pada pasar umum.
“Kerja sama ini penting agar menu yang disajikan lebih variatif dan bergizi,” imbuhnya.
Melalui program SIKAP, Dinas Pendidikan Jatim berharap setiap sekolah dapat menjadi pusat pembelajaran sekaligus laboratorium ketahanan pangan, di mana siswa belajar tidak hanya untuk nilai, tetapi juga untuk masa depan yang lebih mandiri. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

