Soal Kasus Gizi Buruk di Nganjuk, Dinsos Langsung Bertindak

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nganjuk bergerak cepat memberikan bantuan kepada keluarga yang mengalami masalah gizi buruk, setelah kasusnya menjadi viral di media sosial

03 Nov 2025 - 14:31
Soal Kasus Gizi Buruk di Nganjuk, Dinsos Langsung Bertindak
Kepala Dinsos Nganjuk, Haris Sudjatmiko (foto: kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP – Pasca pemberitaan di media Suarajatimpost, pada hari Minggu (2/11/2025) dengan judul "Miris, Balita Gizi Buruk di Nganjuk Baru Terdeksi setelah Satu Tahun Luput dari Pantauan Desa" Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nganjuk bergerak cepat memberikan bantuan kepada keluarga yang mengalami masalah gizi buruk.

Tindakan responsif ini dilakukan sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang membutuhkan.

Kepala Dinsos Nganjuk, Haris Sudjatmiko menyatakan bahwa pihaknya langsung turun tangan setelah mengetahui informasi mengenai keluarga tersebut. 

"Kami diperintahkan Pak Bupati segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pendamping desa dan perangkat desa, untuk memastikan keluarga tersebut mendapatkan penanganan yang tepat," ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (3/11/2025)

Menurut Haris, sebenarnya sebelum viral, pihaknya sudah bergerak, bahkan keluarga dari Habib Sholeh dan Sunarsih yang beralamat di Desa Kelutan diberi bantuan kursi roda, ASPD dari provinsi sebesar Rp300 ribu per bulan diterima setiap tiga bulan sekali, BPIJKN (BPJS), bantuan sembako dari PKH dibantu desa, serta dapat BLTS.

Selain itu, Dinsos juga memberikan pendampingan psikososial kepada keluarga agar mereka mendapatkan dukungan moril dalam menghadapi situasi sulit ini.

"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan membantu memperbaiki kondisi gizi anak-anak mereka. Kami juga akan terus memantau perkembangan kesehatan mereka secara berkala," tambah Haris

Kata Haris, pihaknya ada kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, dengan klasifikasi yang berhak mendapatkan bantuan. Misalkan dia (penerima) masuk kategori desil 6 atau 7 ya otomatis tidak bisa mendapatkan bantuan.

"Kami langsung action, ada dokumentasinya, kita langsung gerak, bisa di cek langsung di data, pokoknya aman mas," kata Haris sambil tersenyum

Sebelumnya, Apri (7), warga Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, menjalani perawatan medis karena setelah menderita gizi buruk selama setahun terakhir.

Dia yang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono, belakangan diinformasikan harus dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. 

Kondisinya yang memprihatinkan baru terungkap setelah aktivis kesehatan melaporkan bahwa Apri, anak dari keluarga kurang mampu, mengalami gizi buruk parah dan nyaris luput dari perhatian pemerintah desa setempat.

Saat pertama kali datang ke rumah sakit, Apri dalam kondisi kritis. Berat badannya hanya 7 kilogram dengan tinggi 70 sentimeter, tubuhnya kurus, pertumbuhan terhambat, dan massa otot berkurang.

Menurut keterangan aktivis kesehatan Tanty Niswatin, yang turut memantau kondisi pasien melalui pihak rumah sakit, Apri datang dengan kondisi sangat lemah dan mengalami komplikasi serius. 

“Kondisi pertama kali datang, pasien lemah, kejang, napas tidak teratur dan gula darah mencapai 513. Kondisinya parah, bisa dikatakan fatal,” ujar Tanty, Minggu (2/11/2025). (*) 

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow