Sepi Pengunjung, Wisata Rawa Indah Almour di Bondowoso Kini Terbengkalai

Pemerintah Desa Alas Sumur akan mencoba menghidupkan kembali destinasi wisata dengan mengalokasikan anggaran dari DD. Pengelola Rawa Indah Almour berharap mendapat dukungan dari semua pihak

06 Jan 2025 - 20:16
Sepi Pengunjung, Wisata Rawa Indah Almour di Bondowoso Kini Terbengkalai
Sarana prasarana (sarpras) di destinasi wisata Rawa Indah Almour di Desa Alas Sumur yang sudah mulai ditumbuhi rumput serta semak belukar (foto : Yudis/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Wisata Rawa Indah Almour di Desa Alas Sumur, Kecamatan Pujer yang menyajikan keindahan rawa dan dibangun menjadi destinasi wisata, diresmikan pada 2017 silam. 

Keindahan rawa yang belum terjamah urbanisasi ini, semakin menambah suasana tenang bagi pengunjung yang berwisata dan menikmati pemandangan di destinasi wisata yang sempat diresmikan oleh bupati kala itu, Amin Said Husni. 

Awal berdiri, destinasi wisata desa yang dikelola kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini, sempat menjadi primadona para pelancong, karena letaknya yang tak terlalu jauh dari kota.

Pengunjung hanya membutuhkan waktu sekira 20 - 25 menit dari jantung kota Bondowoso. Bahkan, setiap hari bisa ratusan wisatawan yang datang. 

Namun, keindahan alam yang telah dibangun sedemikian rupa untuk menarik minat para wisatawan itu, akhirnya terlihat terbengkalai dan tak terawat. Terlihat, rumput di destinasi ini sudah mulai tinggi dan tanaman eceng gondok mulai memenuhi rawa. 

Tak hanya itu, fasilitas umum (fasum) mulai dari gazebo yang terlihat ambruk hingga sarana mainan anak yang tak terawat, sudah mulai tertutup semak belukar.

Menurut Kepala Desa (Kades) Alas Sumur, Sura'i, destinasi wisata Rawa Indah Almour sepi pengunjung, lantaran banyak obyek wisata baru yang menjadi saingan dan lebih menarik minat kunjungan wisatawan. 

"Sekarang kan banyak wisata buatan yang lebih baru daripada Rawa Indah Almour ini. Kebanyakan, para wisatawan itu lebih tertarik kepada tempat-tempat wisata yang baru," ungkapnya, Senin (6/1/2025), melalui sambungan telepon. 

Namun pihak pemerintah desa melalui Pokdarwis serta BUMDes yang mengelola Rawa Indah Almour ini, imbuhnya, tidak tinggal diam dalam mengembangkan destinasi wisata andalan desanya tersebut. 

"Kami masih mencari solusi bagaimana selanjutnya obyek wisata kami ini bisa menarik perhatian para pengunjung. Kenyataannya memang sudah sepi pengunjung, namanya usaha pasti ada naik turunnya," jelas Kepala Desa Alas Sumur yang terpilih tahun 2021 lalu ini. 

Untuk biaya perawatan sarana dan prasarana (sarpras) di destinasi wisata desanya itu, Sura'i beberkan jika Pokdarwis serta BUMDes yang mengelola sudah tidak mampu untuk menganggarkannya lagi. Kini, pihaknya menunggu dukungan dari pemerintah pusat ataupun pemerintah provinsi. 

"Bagaimana kami mau mengeluarkan biaya perawatan, sedangkan pemasukan dari pengunjung saja sudah tidak ada lagi. Kami juga tidak bisa memaksa teman-teman pengelola untuk terus bekerja merawat, untuk rokok mereka saja sudah tidak cukup," paparnya lagi. 

Namun, sebagai orang nomor 1 di Desa Alas Sumur, dia akan mencoba menganggarkan kembali dari dana desa (DD). Akan tetapi, dirinya masih akan melihat perkembangan tingkat kunjungan wisatawan ke Rawa Indah Almour ini. Agar anggaran yang dikeluarkan tak mubazir nantinya. 

"Kami lihat terlebih dahulu situasi kondisi selanjutnya, jika memang nanti bisa lebih bermanfaat untuk pengelola dan warga sekitar, kami akan coba anggarkan dari DD," tukas Sura'i. 

Sementara, ketua BUMDes yang ikut mengelola Rawa Indah Almour, Walid berharap, wisata di desanya tersebut tetap bisa dikembangkan agar dapat menjadi lapangan pekerjaan bagi warga di Desa Alas Sumur. 

"Lebih baik kami kembangkan wisata yang sudah ada ini. Kami butuh dukungan dari semua pihak," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow