Sederet Fakta Ledakan Pabrik di Sidoarjo Tewaskan Satu Orang

Ledakan terjadi di pabrik PT Great Wall Steel di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo, pada Senin (6/4/2026) pukul 14.30 WIB yang menewaskan satu pekerja dan melukai sejumlah lainnya serta merusak rumah warga di sekitar lokasi.

07 Apr 2026 - 14:30
Sederet Fakta Ledakan Pabrik di Sidoarjo Tewaskan Satu Orang
Ledakan terjadi di pabrik baja PT Great Wall Steel (GWS) di Jalan Brigjen Katamso, Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/4/2026), yang menyebabkan satu pekerja meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka serius. (Foto: beritasatu.com)

SIDOARJO, SJP - Ledakan keras mengguncang pabrik PT Great Wall Steel (PT GWS) di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Dentuman tersebut tidak hanya membuat panik para pekerja di lokasi, tetapi juga warga di sekitar kawasan industri hingga perbatasan Surabaya-Sidoarjo.

Insiden ini menelan korban jiwa dan menyebabkan sejumlah pekerja mengalami luka serius. Selain itu, ledakan juga berdampak pada kerusakan beberapa rumah warga akibat material yang terpental dari area pabrik.

Aparat kepolisian bersama tim khusus masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Berikut sejumlah fakta dalam peristiwa ledakan tersebut:

1. Korban Jiwa dan Luka Akibat Ledakan

Ledakan menyebabkan tiga orang menjadi korban, dengan satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Korban meninggal diketahui merupakan pekerja eksternal berinisial R yang berprofesi sebagai kernet.

Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka serius, yakni Prayono (27) yang bekerja di bagian las blender dan mengalami luka berat pada bagian dada akibat benturan, serta Rio (17) yang terkena serpihan besi. Selain itu, terdapat satu korban perempuan berusia 40 tahun berinisial MZA yang turut terdampak dalam insiden tersebut.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing menjelaskan para korban berada di lokasi saat proses pemotongan besi berlangsung hingga akhirnya terjadi ledakan secara tiba-tiba.

2. Kronologi Ledakan di Area Scrap Yard

Berdasarkan keterangan awal, peristiwa bermula saat tiga orang pekerja melakukan aktivitas pemotongan besi tua menggunakan alat las blender di area scrap yard atau gudang penyimpanan barang bekas.

Dalam proses tersebut, material yang sedang dipotong diduga mengandung zat atau benda berbahaya yang tidak teridentifikasi. Saat terkena panas dari alat las, material tersebut memicu ledakan yang terjadi secara mendadak dan tanpa tanda peringatan.

Ledakan ini menyebabkan pekerja di sekitar lokasi terpental dan mengalami luka, serta memicu kepanikan di area pabrik.

3. Tim Gegana Diterjunkan untuk Penanganan Awal

Pasca kejadian, aparat kepolisian langsung menerjunkan tim penjinak bom (Jibom) dari Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast menyampaikan sekitar 10 personel dikerahkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi dan pemeriksaan awal guna memastikan tidak ada potensi ledakan susulan maupun ancaman lain di area tersebut.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan insiden ledakan untuk menjamin keamanan lingkungan kerja dan masyarakat sekitar.

4. Sumber Ledakan Diduga dari Material Tak Dikenal

Pihak perusahaan melalui HRD PT GWS Hery Prasetyo mengungkapkan ledakan diduga berasal dari material besi tua yang mengandung benda berbahaya yang tidak diketahui sebelumnya.

Ia menjelaskan besi tua yang diolah di pabrik berasal dari berbagai pemasok, sehingga perusahaan belum dapat memastikan asal-usul material yang memicu ledakan tersebut.

Menurutnya, saat proses pemotongan berlangsung, bagian tertentu dari besi tiba-tiba meledak tanpa indikasi awal yang bisa dideteksi oleh pekerja.

5. Dipastikan Bukan Ledakan Bahan Peledak Militer

Dari hasil analisis awal tim Gegana dan Inafis, ledakan dipastikan bukan berasal dari bahan peledak militer.

Pihak perusahaan menilai, jika ledakan disebabkan oleh bom, maka kerusakan yang ditimbulkan akan jauh lebih besar dan merusak struktur bangunan secara signifikan. Namun, kerusakan di area pabrik tergolong terbatas dan tidak merusak fasilitas utama.

6. Korban Tewas Berada di Luar Titik Utama Ledakan

Korban meninggal dunia diketahui berada cukup jauh dari pusat ledakan, yakni lebih dari 50 meter. Meski demikian, serpihan material yang terpental dengan kecepatan tinggi tetap mengenai tubuh korban hingga menyebabkan luka fatal.

Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

7. Dampak Ledakan Meluas hingga Permukiman

Kerasnya ledakan turut dirasakan warga di sejumlah kawasan permukiman, seperti Kutisari Indah Barat di Surabaya, serta wilayah Wedoro Regency dan Pelikan di Sidoarjo.

Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari kaca jendela pecah, plafon runtuh, hingga genteng jebol akibat tertimpa material yang diduga terpental dari lokasi pabrik. Sedikitnya lima rumah dilaporkan terdampak dalam peristiwa ini.

Warga setempat menggambarkan suara ledakan terdengar sangat keras hingga sempat dikira sebagai gempa bumi maupun ledakan bom. Kepanikan pun terjadi dengan banyak warga berlarian keluar rumah.

Salah satu warga mengungkapkan benda logam panas berukuran sekitar 15 x 8 sentimeter dengan ketebalan 2-3 sentimeter dan berat sekitar 2 kilogram sempat jatuh dan merusak bagian atap rumahnya.

Aparat kepolisian hingga kini masih mendalami penyebab pasti ledakan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya material berbahaya yang luput dari proses identifikasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat atas risiko tinggi dalam pengolahan besi tua di kawasan industri, terutama ketika material yang diproses berasal dari berbagai sumber yang belum sepenuhnya terverifikasi.

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow