Sebuah Penelitian Simpulkan Terlalu Sering Pakai AI Bisa Bikin Bodoh

Penelitian tersebut dilakukan oleh Wharton School, University of Pennsylvania, terhadap lebih dari 4.500 responden

06 Jul 2025 - 16:06
Sebuah Penelitian Simpulkan Terlalu Sering Pakai AI Bisa Bikin Bodoh
Ilustrasi ChatGPT. (AP Photo/Richard Drew)

SUARAJATIMPOST—Studi terbaru mengungkapkan bahwa penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan secara rutin dapat menurunkan kemampuan kognitif seseorang dibandingkan mereka yang tidak mengandalkannya. Temuan ini semakin memperkuat tudingan para kritikus bahwa AI bisa membuat penggunanya “jadi bodoh”.

Dilansir dari Gizmodo, Ahad (29/6/2025), penelitian tersebut dilakukan oleh Wharton School, University of Pennsylvania, terhadap lebih dari 4.500 responden. Studi ini membandingkan perbedaan kognitif antara pengguna large language model (LLM) seperti ChatGPT dan mereka yang menggunakan mesin pencari seperti Google dalam mencari informasi.

Peserta diminta meneliti cara memulai kebun sayur. Sebagian secara acak diarahkan menggunakan ChatGPT. Sementara lainnya menggunakan Google Search. Hasilnya, kelompok yang menggunakan ChatGPT memberikan saran yang jauh lebih buruk terkait cara menanam kebun sayur dibandingkan dengan pengguna Google.

Para peneliti menjelaskan, penggunaan LLM seperti ChatGPT cenderung menghasilkan “pengetahuan dangkal” karena AI menyajikan informasi sebagai ringkasan, bukan dalam bentuk tautan individu seperti pada mesin pencari.

Proses belajar pun menjadi lebih pasif. Hal ini membuat pengguna ChatGPT merasa kurang terlibat dan menghasilkan saran yang lebih minim, kurang orisinal, dan tidak efektif.

"Pengetahuan yang lebih dangkal muncul karena karakteristik dasar LLM menyajikan informasi dalam bentuk sintesis, bukan hasil pencarian individual yang membuat proses belajar menjadi lebih pasif," tulis para peneliti sebagaimana dilansir Beritasatu.com.

Ironisnya, hasil ini justru muncul dari keunggulan utama yang ditawarkan ChatGPT. Yakni “menghemat waktu pengguna dengan tidak perlu mencari dan merangkum informasi sendiri”. Karena pengguna tidak perlu menggali informasi secara aktif, tingkat kedalaman pemahaman mereka jauh lebih rendah.

Studi ini menyimpulkan bahwa belajar melalui LLM seperti ChatGPT bisa diibaratkan seperti langsung diberi jawaban soal matematika tanpa mencoba memecahkannya sendiri. (**)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow