Menabung di Galon Selama 15 Tahun, Wanita di Gresik Berangkat Haji
Ada tiga galon yang digunakan oleh Uswatun, untuk menabung uang yang didapat dari hasil berjualan, mulai dari uang recehan pecahan Rp100, Rp200, Rp500, Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, hingga Rp10.000.
GRESIK, SJP —Wanita asal Desa Tanjungori, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, bernama Uswatun Hasanah (50), menunjukkan cara unik untuk bisa naik haji.
Ia berhasil mewujudkan impiannya pergi ke tanah suci setelah rutin menabung uang hasil berjualan di toko miliknya ke dalam galon air minum selama 15 tahun terakhir.
Ada tiga galon yang digunakan oleh Uswatun, untuk menabung uang yang didapat dari hasil berjualan, mulai dari uang recehan pecahan Rp100, Rp200, Rp500, Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, hingga Rp10.000.
Uang ini digunakan oleh Uswatun selain untuk kembalian bagi pembeli, juga digunakan untuk membayar cicilan ongkos naik haji.
"Saya ini kan punya toko, jadi banyak galon di rumah. Daripada beli celengan, saya kemudian berpikir kenapa tidak pakai galon saja untuk menabung," kata Uswatun saat dihubungi, Jumat (17/4/2026).
Uswatun menceritakan, jika uang didalam galon sudah terkumpul penuh maka selanjutnya ditukarkan ke Bank.
Penukaran uang recehan tersebut biasanya ditukarkan setiap bulan puasa, atau menjelang Hari Raya Idulfitri untuk membayar cicilan biaya haji.
Uswatun menjual beberapa produk di toko miliknya. Mulai dari bahan kebutuhan pokok, jajanan anak kecil, peralatan sekolah, air isi ulang, hingga busana.
Dia menjelaskan, untung yang didapat setiap hari cukup bervariasi mulai Rp20.000.
Bulan puasa dan Hari Raya Idulfitri menjadi momentum banyaknya penjualan baju daster dan busana muslim dengan keuntungan lebih besar.
Namun tidak menutupkemungkinan, saat momentum tertentu penjualan toko milik Uswatun sepi pembeli.
"Seperti bulan puasa dan Hari Raya kemarin, itu bisa Rp200.000, Rp300.000, bahkan Rp700.000 dalam satu hari. Tapi kadang juga sepi, pernah hanya dapat Rp5.000 sehari. Jadi kalau pas toko ramai, nanti ya didoubleli (menabung lebih)," tambahnya.
Lanjut Uswatun, upaya menabung untuk bisa naik haji ini hasil dorongan dari sang suami yang telah meninggal dunia sejak tujuh tahun silam.
Ia mengaku, harus membagi penghasilan yang didapat untuk nerangkat haji dan memenuhi kebutuhan keluarga dengan tiga anak laki-lakinya.
Selain mengelola toko, ia juga bekerja serabutan di Kantor Desa.
"Awalnya suami yang mendorong, minta saya agar menabung. Tujuh tahun lalu suami saya meninggal dunia, setelah sakit lima tahun. Untungnya saya juga kerja bantu-bantu di desa (perangkat desa)," pungkas Uswatun.
Diketahui, Uswatun dan sebanyak 2.679 jemaah asal Kabupaten Gresik terbagi dalam delapan kloter, dari kloter 42 hingga 49 dan dijadwalkan sudah mulai masuk asrama haji tanggal 2 Mei 2026.
Dengan nantinya, mereka bakal didampingi sebanyak 18 pembimbing atau Petugas Haji Daerah (PHD). (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

