Satgas MBG Nganjuk Sebut SPPG di Dekat Gudang Tembakau Tak Masalah
Penempatan unit pelayanan di dekat gudang tembakau masih dalam kategori aman dan memenuhi regulasi. Menurutnya, karakteristik gudang tembakau berbeda secara signifikan dengan area peternakan dalam hal risiko kontaminasi biologis.
NGANJUK, SJP – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) memberikan klarifikasi resmi terkait polemik standarisasi lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nganjuk. Hal ini merespons kekhawatiran publik mengenai letak operasional SPPG Yayasan Darul Falah di Desa Candirejo yang berdampingan dengan gudang tembakau.
Wakil Satgas MBG Nganjuk, Judi Ernanto, menegaskan bahwa penempatan unit pelayanan di dekat gudang tembakau masih dalam kategori aman dan memenuhi regulasi. Menurutnya, karakteristik gudang tembakau berbeda secara signifikan dengan area peternakan dalam hal risiko kontaminasi biologis.
"Fokus kami adalah higienitas. Gudang tembakau berisi benda mati yang kering, berbeda dengan kandang ayam atau peternakan yang memiliki risiko kuman dan polusi udara tinggi. Selama bangunan memiliki pembatas jelas dan protokol kebersihan terjaga, lokasi tersebut diperbolehkan," ujar Judi pada Rabu (15/4/2026).
Judi menambahkan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan terus melakukan pengawasan ketat, terutama pada lokasi yang memiliki risiko kontaminasi biologis tinggi untuk menjamin parameter kesehatan pangan tetap terjaga.
Terkait tudingan kurangnya transparansi dan kekhawatiran kontaminasi silang, Satgas MBG menjelaskan bahwa seluruh penentuan titik koordinat operasional berada di bawah otoritas penuh Badan Gizi Nasional (BGN). Artinya, Satgas daerah tidak terlibat langsung dalam penentuan titik awal.
Surat perintah operasional hanya diterbitkan setelah tim verifikasi BGN menyatakan lokasi tersebut layak. Evaluasi mencakup aspek sterilitas ruang pengolahan dan potensi gangguan lingkungan.
"Penentuan titik tersebut sudah melalui proses verifikasi dari BGN sebelum surat perintah jalan diterbitkan. Pihak pusatlah yang menentukan kelayakan awal suatu lokasi," jelas Judi dalam konfirmasi sebelumnya pada Senin (6/4/2026).
Program penguatan gizi melalui SPPG di Nganjuk kini menjadi sorotan nasional. Fokus utama evaluasi saat ini diarahkan pada SPPG Yayasan Darul Falah Baron di Kecamatan Loceret guna memastikan bahwa fasilitas pengolahan pangan tetap steril meski berada di kawasan industri lokal.
Langkah pengawasan ini diambil sebagai komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas gizi tanpa kompromi, sekaligus menjawab keraguan masyarakat mengenai integritas operasional di lapangan. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

