Sampai Maret, PNBP Kediri Raya Alami Pertumbuhan 14,76 persen
Meski penerimaan perpajakan mengalami kontraksi sebesar 16,31 persen secara YoY, PNBP justru menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 14,76 persen.
KEDIRI, SJP - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Kediri Raya hingga Maret 2026 menunjukkan tren yang positif.
"Secara tahunan (year on year/YoY), baik dari sisi pendapatan maupun belanja mengalami perkembangan yang positif, mencerminkan peran APBN sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah," ungkap Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kediri Moch Izma Nur Choironi, Kamis (30/4/2026).
Dari sisi pendapatan, penerimaan negara tercatat mencapai Rp5.177,27 miliar. Rinciannya, penerimaan perpajakan dan bea cukai sebesar Rp5.048,36 miliar dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp128,87 miliar. Meski penerimaan perpajakan mengalami kontraksi sebesar 16,31 persen secara YoY, PNBP justru menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 14,76 persen.
Sementara itu, realisasi belanja negara di Kediri Raya telah mencapai Rp2.192,29 miliar atau sekitar 30 persen dari pagu. Belanja tersebut terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp292,07 miliar, belanja barang Rp117,68 miliar, dan belanja modal Rp16,65 miliar.
Berdasarkan wilayah, Kabupaten Kediri mencatatkan serapan belanja tertinggi sebesar Rp231,92 miliar. Disusul Kabupaten Nganjuk sebesar Rp195,10 miliar, Kabupaten Trenggalek Rp170,52 miliar, dan Kota Kediri sebesar Rp147,85 miliar.
Di sisi lain, belanja transfer ke daerah mengalami kontraksi sebesar 15,4 persen secara YoY. Realisasi Dana Bagi Hasil mencapai Rp31,28 miliar, Dana Alokasi Umum Rp1.223,96 miliar, serta Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik sebesar Rp417,01 miliar. Adapun DAK Fisik dan insentif fiskal hingga Maret 2026 belum menunjukkan realisasi, sementara Dana Desa telah tersalurkan sebesar Rp93,63 miliar.
Dari sektor pembiayaan, penyaluran kredit program masih menunjukkan ekspansi dari sisi nilai. Hingga Maret 2026, total penyaluran mencapai Rp1.407,26 miliar atau tumbuh 8,62 persen YoY, meskipun jumlah debitur tercatat menurun 7,99 persen menjadi 32.091 debitur.
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga mencatatkan pertumbuhan nilai sebesar 6,68 persen menjadi Rp1.368,42 miliar, dengan jumlah debitur sebanyak 24.148 atau turun 9,58 persen. Sementara itu, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) menunjukkan lonjakan signifikan, dengan nilai penyaluran mencapai Rp38,84 miliar atau tumbuh 203,16 persen, meskipun jumlah debiturnya tercatat 7.943.
"Secara keseluruhan, kinerja APBN Kediri Raya tetap solid dan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional, meskipun dihadapkan pada tantangan ketidakpastian global serta dinamika geopolitik, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah sepanjang tahun 2026," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

