Kolaborasi RSUD Karsa Husada dan Disperindag Jatim Jadi Strategi Tekan Inflasi di Kota Batu
Program ini diharapkan mampu membantu pemerintah daerah menahan laju inflasi di tengah meningkatnya konsumsi menjelang akhir tahun. Masyarakat Kota Batu dan sekitarnya mendapat kesempatan memanfaatkan rangkaian pasar murah ini sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga hemat.
KOTA BATU, SJP – RSUD Karsa Husada Batu bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur mengaktifkan kembali program pasar murah sebagai bagian dari langkah terintegrasi pengendalian inflasi daerah.
Selama tiga hari, 18–20 November 2025, halaman RSUD menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok dengan harga yang ditekan untuk menjaga stabilitas harga menjelang akhir tahun.
Direktur RSUD Karsa Husada Batu, Dr dr Muhammad Rizal pada Selasa (18/11/2025) menguraikan, pasar murah ini dikemas bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi sebagai strategi koordinatif antara rumah sakit, Disperindag Jatim, Bulog, dan pelaku IKM untuk memastikan suplai barang tetap terkendali.
"Total sekitar enam ton komoditas kebutuhan pokok digelontorkan, mulai beras premium dan medium, minyak goreng, telur, tepung, gula, hingga bawang merah dan bawang putih sehingga keterlibatan rumah sakit dalam agenda pengendalian harga ini adalah bentuk kontribusi sektor layanan publik terhadap kestabilan ekonomi daerah, sejalan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional dan HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur," urainya.
Terlebih antusias masyarakat sangat luar biasa, tidak sampai dua jam paket sembako sudah habis terjual dan menandakan kebutuhan masyarakat tinggi dan intervensi harga semacam ini memang dibutuhkan.
Selain komoditas pokok, sekitar 20 tenant UMKM ikut berpartisipasi untuk menyediakan produk IKM dengan harga lebih rendah dari pasar. Kehadiran UMKM diproyeksikan tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga memperkuat rantai ekonomi lokal.
Rizal menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan upaya konkret untuk mengurangi tekanan ekonomi yang dirasakan warga. Meski tidak bisa menyelesaikan seluruh persoalan harga, intervensi ini dianggap mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan biaya lebih ringan.
“Pasar murah memang tidak bisa menjawab semua problem warga, tetapi setidaknya agenda ini bisa meringankan beban mereka. Kami ingin memastikan masyarakat tetap punya akses terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

