Rutan Kraksaan Gelar Pembinaan Rohani Jelang Ramadan, Dorong Warga Binaan Siap Berintegrasi Kembali
Rutan Kelas IIB Kraksaan terus berkomitmen meningkatkan kualitas spiritual warga binaan. Bekerja sama dengan Kemenag Kabupaten Probolinggo, sebanyak 200 warga binaan mengikuti pembinaan rohani pada Jumat (13/2).
PROBOLINGGO, SJP – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan menggelar kegiatan pembinaan rohani bagi sekitar 200 warga binaan laki-laki dan perempuan pada Jumat (13/2/2026).
Kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas spiritual penghuni rutan.
Dalam acara tersebut, penyuluh agama dari KUA Gending, KUA Krejengan, dan KUA Maron menyampaikan materi seputar keutamaan bulan suci Ramadan serta pentingnya sikap sabar dalam menghadapi ujian hidup.
Galih Setiyo Nugroho, Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, menyampaikan apresiasi kepada Kemenag Probolinggo yang konsisten memberikan bimbingan.
"Kami berharap sinergi ini terus berlangsung, mengingat sebagian besar penghuni rutan adalah warga lokal Probolinggo. Kami juga mengharapkan kontribusi pemerintah daerah semakin meningkat untuk pembinaan mereka," ucapnya.
Kasubsi Pelayanan Tahanan, Yasin Zaini, menjelaskan bahwa pencerahan spiritual bertujuan mencegah pengulangan kesalahan.
"Tujuannya agar mereka bisa berperilaku lebih baik dan siap hidup bahagia kembali di tengah masyarakat," tambahnya.
Ia juga mengusulkan program pasca-bebas seperti padat karya untuk mendukung ekonomi keluarga mantan warga binaan.
Tak hanya pembinaan rohani, Rutan Kraksaan juga bekerja sama dengan Disnaker Kabupaten Probolinggo untuk memberikan pelatihan keterampilan produktif. Beberapa jenis pelatihan yang diberikan antara lain pembuatan gitar, kerajinan celengan, dan membatik.
M. Imanuddin Nur Fajri, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Probolinggo, mendorong para penyuluh agama untuk meningkatkan kualitas materi pembinaan.
Menurutnya, sinergi lintas instansi sangat krusial untuk menjaga harmoni dan memastikan pesan keagamaan tersampaikan dengan efektif di lingkungan khusus seperti Rutan. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

