Aksi Solidaritas Kumail di Probolinggo: Desak Evaluasi Peran Indonesia di Board Of Peace

Puluhan massa Kumite Umat Islam Anti Amerika-Israel (Kumail) menggelar aksi solidaritas di depan Kantor DPRD Kota Probolinggo, Jumat (13/2). Massa menuntut pemerintah mengevaluasi keterlibatan Indonesia dalam Board Of Peace (BOP), organisasi perdamaian bentukan AS. Kumail menilai, jika Indonesia tidak bisa memberikan pengaruh nyata bagi kemerdekaan Palestina melalui BOP, lebih baik Indonesia mundur dari organisasi tersebut.

13 Feb 2026 - 20:50
Aksi Solidaritas Kumail di Probolinggo: Desak Evaluasi Peran Indonesia di Board Of Peace
Kumail Probolinggo suarakan keinginan di Gedung DPRD Kota. (Foto: Rizky Putra/SJP).

PROBOLINGGO, SJP – Gelombang aspirasi terkait isu geopolitik Timur Tengah kembali menyuarakan suaranya di Kota Probolinggo. Puluhan massa yang tergabung dalam Kumite Umat Islam Anti Amerika-Israel (Kumail) melakukan aksi turun ke jalan pada Jumat siang (13/2/2026).

Titik fokus aksi kali ini adalah di depan kantor DPRD Kota Probolinggo, di mana para peserta aksi menyuarakan tuntutan krusial mengenai posisi diplomatik Indonesia di kancah internasional.

Aksi dimulai dengan melakukan long march dari kawasan Alun-alun menuju kantor wakil rakyat. Sepanjang perjalanan hingga tiba di lokasi tujuan, gema yel-yel dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan kecaman terhadap agresi Israel serta kebijakan Amerika Serikat terus dikumandangkan oleh massa. Suasana penuh semangat tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan di wilayah konflik.

Salah satu poin utama yang dibawa oleh Kumail dalam aksi ini adalah desakan kepada pemerintah pusat untuk mengevaluasi secara menyeluruh keikutsertaan Indonesia dalam Board Of Peace (BoP).

BoP merupakan organisasi internasional yang diprakarsai oleh Amerika Serikat dengan klaim tujuan menjamin perdamaian abadi di wilayah terdampak konflik. Namun, Kumail menilai keterlibatan Indonesia perlu dikaji ulang agar tetap sejalan dengan marwah diplomasi yang independen.

Perwakilan massa aksi menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memastikan kebijakan luar negeri Indonesia benar-benar efektif. Kepada media, ia menyatakan:

"Jadi aksi ini tujuannya sebagai bahan evaluasi agar apa yang ada di dalam BoP khususnya dalam membangun perdamaian lebih melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)."

Lebih lanjut, Kumail menekankan bahwa Indonesia harus memiliki posisi tawar yang kuat dan tidak hanya menjadi pelengkap dalam organisasi tersebut. Mereka menilai, jika keterlibatan dalam BoP tidak memberikan dampak nyata bagi kedaulatan bangsa-bangsa yang tertindas, maka langkah mundur adalah opsi yang lebih terhormat. 

"Harapan kami Indonesia dapat menunjukkan pengaruhnya dalam perdamaian Palestina melalui BoP, namun jika tidak bisa, lebih baik Indonesia mundur," imbuh Perwakilan Massa (Enggan namanya disebutkan).

Selain isu Palestina, massa juga menyatakan dukungannya terhadap kedaulatan Republik Islam Iran dari segala bentuk tekanan geopolitik maupun ancaman kekuatan militer AS-Israel. Mereka berpendapat bahwa perdamaian dunia hanya bisa dicapai dengan penghapusan penjajahan di atas dunia dan penghormatan penuh terhadap hukum internasional, sebagaimana mandat Konstitusi Indonesia.

Kumail mendorong DPRD Kota Probolinggo untuk meneruskan aspirasi ini ke tingkat pusat, terutama agar dilakukan rapat kerja dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan posisi politik nasional tetap di jalur yang benar. Di akhir aksi, mereka mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk terus menyuarakan aspirasi secara damai dan konstitusional melalui ruang-ruang demokrasi yang tersedia. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow