Rumah Warga di Pule Trenggalek Retak-Retak Akibat Tanah Gerak, Polisi Imbau Warga Tetap Waspada

Kondisi tanah yang terus mengalami pergeseran, dan keretakan yang terus bertambah membuat rumah tersebut tidak layak dihuni.

18 Nov 2025 - 19:32
Rumah Warga di Pule Trenggalek Retak-Retak Akibat Tanah Gerak, Polisi Imbau Warga Tetap Waspada
Petugas mengecek lokasi rumah warga yang retak terdampak tanah gerak di Trenggalek. (Istimewa)

TRENGGALEK, SJP - Sebuah rumah milik warga di Dusun Gading, Desa Jombok, Kecamatan Pule, terpaksa dikosongkan setelah mengalami keretakan cukup parah akibat peristiwa tanah gerak. Rumah milik Bari, warga RT 3 RW 1 tersebut dinilai tidak lagi aman untuk ditempati.

Keretakan terlihat pada beberapa bagian rumah, mulai dari lantai teras, dinding tembok, hingga tanah di sepanjang pondasi sebelah kiri rumah. Tanah di sisi rumah juga tampak retak-retak.

Menurut Kapolsek Pule, Iptu Muhtar, pergerakan tanah diketahui terjadi pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu penghuni rumah merasakan getaran kuat yang mengguncang bangunan. Begitu keluar rumah, mereka mendapati tanah di samping pondasi telah retak.

"Retakan tanah di samping rumah lebar sekitar 30 sentimeter dan kedalaman kurang lebih 50 sentimeter," ujar Iptu Muhtar, Selasa (18/11/2025).

Iptu Muhtar, menjelaskan, peristiwa tanah gerak tersebut terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pule pada Minggu (16/11/2025).

Dugaan sementara, hujan deras yang terjadi sehari sebelumnya tersebut memicu pergeseran tanah di sekitar pondasi rumah. Hal inilah yang menyebabkan keretakan di beberapa bagian bangunan.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp30 juta," ungkapnya.

Kondisi tanah yang terus mengalami pergeseran, dan keretakan yang terus bertambah membuat rumah tersebut tidak layak dihuni.

Pihak kepolisian bersama petugas BPBD dan pemerintah desa setempat yang meninjau lokasi, merekomendasikan rumah milik Bari tersebut untuk dikosongkan sementara waktu sambil melihat perkembangan lebih lanjut.

“Kami bersama pihak terkait sudah melakukan pengecekan dan merekomendasikan agar rumah untuk sementara dikosongkan demi keselamatan penghuni,” imbuh Iptu Muhtar.

Pihak kepolisian mengimbau warga di sekitar lokasi untuk tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi. Aparat bersama perangkat desa juga akan terus memantau perkembangan kondisi tanah guna mengantisipasi risiko lanjutan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow