Tanah Longsor di Kejawan Grujugan Bondowoso, Jalan Desa Terkikis Hingga 2,5 Meter
Jalan tersebut merupakan akses satu-satunya bagi kendaraan berat dan truk menuju sentra produksi tempe dan UMKM Manik. Oleh sebab itu BPBD Bondowoso mulai berkoordinasi dengan OPD teknis dan mengajukan bantuan ke provinsi Jatim.
BONDOWOSO, SJP – Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Jumat (14/11/2025) lalu memicu terjadinya tanah longsor di Desa Kejawan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso.
Longsor yang terjadi di sisi utara jalan masuk ke tiga dusun di desa tersebut, tampak membahayakan. Bahkan jika tidak segera ditindaklanjuti, maka berpotensi jalan masuk ke Dusun Dakon 1, Dakon 2 dan Dusun Kenanga, akan terputus.
Akses jalan tersebut merupakan satu-satunya yang bisa dilewati oleh kendaraan besar, seperti truk yang biasanya keluar masuk untuk menuju ke sentra produksi tempe dan manik di Desa Kejawan.
Untuk mengantisipasi bahaya yang terjadi, warga setempat bersama Kepala Desa Kejawan, membuka akses jalan di sisi selatan selebar 2 meter. Sawah milik salah seorang warga tersebut diizinkan untuk diuruk dengan material pasir batu, untuk memudahkan kendaraan roda 4 dan truk melintas.
“Ini sudah longsor sejak Jumat lalu. Kalau dibiarkan, tentu membahayakan warga. Oleh sebab itu, kami menguruk sawah warga di sisi selatan untuk dijadikan jalan,” kata Kepala Desa Kejawan, Sugianto saat dikonfirmasi pada Selasa (18/11/2025).
Jalan tersebut memang sudah sejak lama longsor dan pernah ditindaklanjuti dengan pemasangan bronjong. Jalan tersebut menjadi akses masuk jalan lingkar yang menjadi mega proyek Kabupaten Bondowoso, yang hingga saat ini belum terealisasi.
Oleh sebab itu, kata Kades Kejawan, dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui dinas terkait untuk segera melakukan penanganan. Pasalnya, akses tersebut sangat vital bagi keluar masuknya truk.
“Kalau mobil kecil bisa lewat Koncer Kidul, tapi jembatannya sempit, cukup satu mobil saja. Kalau truk ya lewat sini. Karena jalan ini juga akses menuju sentra produksi tempe dan manik yang pemasarannya hingga keluar pulau Jawa,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, pada Selasa (18/11/2025) sekira pukul 08.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso melakukan asesmen ke lokasi.
BPBD melaporkan, longsor mengakibatkan badan jalan desa mengalami kerusakan cukup signifikan. Sepanjang 9 meter jalan terkikis dengan tinggi longsoran mencapai 7,5 meter dan lebar area terdampak sekitar 2,5 meter.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan bahwa respon cepat dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat dan memetakan tingkat kerusakan.
“Kami langsung mengirim tim untuk memastikan kondisi lapangan. Saat ini kami fokus pada asesmen struktural jalan yang terdampak agar langkah penanganan bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.
Saat ini BPBD melakuakn pengamanan lokasi agar tdk membahayakan pengguna jalan dengan memasang garis pembatas, sebagai tanda bahaya bagi pengendara dan berkoordinasi dengan perangkat daerah teknis.
“Kami juga berkoordinasi dengan OPD teknis dan mengajukan permohonan bronjong ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” tandas Kristianto yang juga menjabat sekretaris BPBD ini.
Ia menambahkan bahwa hujan deras beberapa hari terakhir meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, termasuk longsor di wilayah perbukitan. Oleh sebab itu, dirinya mengimbau agar masyarakat waspada dan cepat melapor jika terjadi bencana.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di daerah rawan. Laporan cepat dari warga sangat membantu kami dalam memberikan respon yang cepat dan tepat,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

