Penanaman Pohon Alpukat di Kawah Wurung Dibatalkan, Perhutani Bondowoso Sebut Salah Lokasi
Perhutani memastikan jika penanaman pohon alpukat dibatalkan dan lubang media tanam ditutup kembali. Bahkan, pihak Perhutani telah melaksanakan penghijauan di lokasi lain yang telah disepakati bersama.
BONDOWOSO, SJP – Savana Kawah Wurung di Desa Kalianyar Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso sempat viral gegara postingan di media sosial. Bukannya promosi wisata, melainkan postingan video beberapa orang tengah menggali lubang untuk media tanam bibit pohon alpukat.
Penanaman pohon alpukat di savana yang menjadi lokasi utama jeep Ijen Caldera Adventure tersebut, jelas akan membunuh destinasi wisata andalan Bondowoso. Namun, beruntung penanaman tersebut dibatalkan dan lubang media tanam mulai ditutup kembali.
Hal itu ditegaskan oleh Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, saat dikonfirmasi pada Selasa (18/11/2025). Menurutnya, ada kesalahan lokasi penghijauan yang dilakukan oleh LMDH setempat.
“Kemarin itu salah tempat dalam rangka penghijauan, ternyata di lokasi savana,” ungkap pria yang karib disapa Munir ini melalui pesan WhatsAppnya.
Munir juga memastikan jika penanaman pohon alpukat dibatalkan dan lubang media tanam ditutup kembali. Bahkan, kata dia, pihak Perhutani telah melaksanakan penghijauan di lokasi lain yang telah disepakati bersama.
“Saat ini tidak dilanjutakan dan akan dilaksanakan di tempat (lain) yang disepakati bersama, dengan agenda ground breaking di sekitar Kawah Wurung, tepatnya di area yang ditanami agrofotetri sayur masyarakat,” tandasnya.
Sebelumnya, video yang diunggah akun Instagram @platmedia pada 18 November 2025, terlihat sejumlah pekerja yang mulai membuat lubang di savana Kawah Wurung.
“Savana Kawah Wurung sudah mulai dikerjakan, mau ditanami Apokat (Alpukat),” ujar salah seorang pria dalam video tersebut.
Video itu diunggah pertama kali oleh akun Instagram @kawahwurungbondowoso pada 17 November 2025 ini memicu beragam pendapat dari netizen.
Beberapa di antaranya mengungkapkan rasa khawatir terkait potensi perubahan fungsi kawasan tersebut, termasuk penurunan jumlah pengunjung. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

