Overload, PKL di Lapangan Gulun Disetop

Tingginya minat warga ini, juga karena banyaknya jumlah pedagang kaki lima (PKL) di tempat ini. Hingga saat ini, jumlah pedagang di Lapangan Gulun Kota Madiun ini, sudah mencapai lebih dari 200 orang.

22 Oct 2023 - 09:15
Overload, PKL di Lapangan Gulun Disetop
Suasana PKL lapangan Gulun Kota Madiun, (22/10/2023)

Kota Madiun, SJP - Lapangan Gulun, di Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman Kota Madiun, menjadi salah satu daya tarik warga. Baik itu untuk sekedar bersantai, bermain, maupun mencari makan atau minuman, menghabiskan waktu bersama keluarga.

Warga yang datang, bukan hanya dari Kota Madiun, namun juga sejumlah daerah lain.

Tingginya minat warga ini, juga karena banyaknya jumlah pedagang kaki lima (PKL) di tempat ini. Hingga saat ini, jumlah pedagang di Lapangan Gulun Kota Madiun ini, sudah mencapai lebih dari 200 orang.

"Kalau total semuanya pedagang pagi siang, dan pedagang malam hari, lebih dari 200 orang," ujar Rere, pengelola PKL lapangan Gulun, Ahad (22/10/2023).

Dikatakan, jumlah PKL ini termasuk mereka yang menyediakan aneka permaian untuk anak anak.

"Selain berjualan makanan dan minuman, ada juga yang menyediakan arena permainan anak, melukis atau mewarna," lanjutnya.

Namun kini, kata Rere, untuk pengajuan tempat bagi pedagang baru sementara dihentikan. Karena dinilai saat ini jumlahnya sudah cukup banyak.

"Sudah kira kira 4 - 5 bulan terakhir ini memang kita setop dulu. Selain karena sudah banyak, saat ini masih ditata dulu. Dirapikan dulu, jadi nanti bisa menampung pedagang lebih banyak lagi," terangnya.

Rere menambahkan, pihak pengelola tidak menarik biaya sewa untuk PKL di lapangan Gulun ini. Sehingga bila ada orang yang mengaku pengelola dan menarik sewa, diminta untuk melapor ke Kelurahan Kejuron.

"Kalau sewa tidak ada. Yang dibayarkan pedagang itu untuk mengganti fasilitas yang digunakan. Misal untuk air hanya Rp 1.000, listrik Rp 2.000, dan kebersihan Rp 2.000. Itupun hanya bagi yang menggunakan fasilitas," tambahnya.

Salah seorang PKL, Yanti mengaku sudah lebih dari 8 tahun mencari nafkah di lapangan Gulun ini.

"Saya sudah 8 tahun, mulai tahun 2015. Saat ini sudah banyak pedagangnya. Dulu masih sepi pas saya kesini," ujar Yanti.

Menurutnya saat ini banyak yang datang ke Madiun, sehingga lapangan Gulun juga semakin ramai.

"Kalau ramai ya tambah seneng," tambahnya.(*)

Editor : Queen Ve

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow