Puluhan Pelajar di Blitar Terjaring Razia, Polisi Pilih Membina daripada Menilang

Dalam pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025, Satlantas Polres Blitar menegur 37 pelajar pemakai knalpot brong. Dalam hal ini, polisi memanggil para orang tua mereka dan meminta untuk mengembalikan kendaraan sesuai dengan speknya

27 Nov 2025 - 20:38
Puluhan Pelajar di Blitar Terjaring Razia, Polisi Pilih Membina daripada Menilang
Anggota Satlantas Polres Blitar saat mendampingi pelajar mengganti knalpot brong kembali sesuai spek. (Foto:dok/Istimewa)

BLITAR, SJP - Satlantas Polres Blitar melakukan razia atau penertiban kendaraan dalam rangka Operasi Zebra Semeru 2025 dengan fokus utama pada pencegahan balap liar dan pelanggaran penggunaan knalpot brong.

Pada Kamis (27/11/2025), sebanyak 37 kendaraan milik pelajar terjaring razia karena menggunakan knalpot brong atau tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan.

Kasatlantas Polres Blitar AKP Rio Angga Prasetyo mengatakan penertiban ini merupakan upaya preemtif dan preventif untuk menekan potensi balap liar yang sering melibatkan remaja usia pelajar. Sejauh ini, pihaknya tidak menemukan aktivitas balap liar di wilayah hukum Polres Blitar.

Meski begitu, polisi menemukan puluhan pelajar yang melanggar aturan lalu lintas dengan menggunakan knalpot brong. Dalam hal ini, pihaknya tidak melakukan penilangan, melainkan memberikan teguran dan pembinaan kepada mereka.

"Sasaran kami pelajar, karena sering kami temui saat patroli. Ada puluhan yang terjaring, dan tidak kami lakukan penilangan, tetapi pembinaan yang bekerjasama dengan sekolah," kata dia, Kamis (27/11/2025).

Puluhan kendaraan itu diamankan di area sekolah, dan para pelajar yang terjaring razia diwajibkan mengganti knalpot brong dengan knalpot sesuai spek asli. Dalam hal ini, polisi juga memanggil para orang tua mereka, sekaligus para pelajar wajib menyerahkan surat pernyataan agar hak tersebut tak terulang kembali.

Selain itu, puluhan knalpot brong yang dilepas dari kendaraan siswa juga langsung dimusnahkan di halaman belakang sekolah dengan cara dilindas alat berat.

"Kendaraan kita lakukan peneguran bukan penilangan, hanya memberikan edukasi dan memanggil orang tua. Intinya kita bersama-sama mengawasi anak-anak dan mengembalikan kendaraan sesuai spek awal," ujarnya.

Sementara itu, Sujiati selaku Koordinator SMK PGRI Wlingi menyebut bahwa pihak sekolah melarang kendaraan siswa menggunakan knalpot brong. Ia berharap, melalui kegiatan ini bisa memberikan efek jera dan para siswa tidak lagi memasang knalpot yang tidak sesuai dengan standar.

"Kami berterimakasih dengan Polres Blitar yang membantu menertibkan. Selama ini, kami pihak sekolah tidak mengizinkan kendaraan siswa yang menggunakan knalpot brong parkir di sekolah," imbuhnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow