Prospek Bisnis Kuliner di Kepanjen Kian Menjanjikan, Ekonomi Lokal Terdorong
Bisnis kuliner di Kepanjen berkembang, dorong ekonomi lokal, ciptakan lapangan kerja, dan buka peluang usaha baru.
MALANG, SJP—Bisnis kuliner di Kepanjen, Kabupaten Malang, menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang mencatat kenaikan usaha kuliner hingga 15 persen selama lima tahun terakhir.
Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Menurut Muhamad Bahril, pelaku usaha kuliner lokal, perkembangan kuliner di Kepanjen sangat menjanjikan.
“Semakin banyaknya penduduk dan wisatawan yang datang, permintaan akan tempat makan dan ragam kuliner khas terus meningkat," ujarnya.
Pelaku usaha harus pintar membaca selera pasar dan menghadirkan inovasi agar bisa bersaing. Misalnya, menu seblak pedas, ayam geprek, atau seafood segar seperti yang mulai banyak diminati.
Bahril menambahkan, bisnis kuliner tidak hanya membuka peluang usaha, tapi juga menyerap tenaga kerja, sehingga memberikan dampak langsung pada perekonomian masyarakat.
“Kami juga bekerja sama dengan pemasok lokal untuk bahan baku, sehingga perputaran ekonomi di Kepanjen semakin hidup," imbuhnya.
Berbagai tempat makan baru seperti Waroeng Jagoan, Gurami Bakar Mbah Panji, dan Rumah Ikan Doa Ibu 717 semakin memperkaya pilihan kuliner sekaligus menjadi magnet ekonomi baru. Selain itu, kuliner tepi rel menjadi wadah bagi UMKM untuk memperkenalkan produk makanan mereka secara luas.
Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, pelaku usaha kuliner diharapkan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan untuk menghadapi persaingan yang makin ketat.
"Tentunya, prospek bisnis kuliner yang terus berkembang diyakini akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal Kepanjen," tutupnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

