Sediakan Coworking Space Gratis, Pemkot Malang Dukung Ekonomi Kreatif
Dengan semakin berkembangnya sektor ekonomi kreatif di Malang, fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan kolaborasi
KOTA MALANG, SJP - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyediakan fasilitas coworking space gratis yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung produktivitas warga Malang dalam bekerja, belajar, dan berkreasi. Sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk bekerja secara profesional.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi mengatakan, coworking space pertama kali diluncurkan pada tahun 2021 dan hingga kini tetap gratis.
Awalnya, fasilitas ini hanya tersedia di satu lokasi. Namun seiring waktu, Pemkot Malang telah memperluasnya ke beberapa titik. Antara lain: Coworking Gajayana, Coworking GOR Ken Arok, Coworking Bakalankrajan, dan Coworking Kebun Bibit.
Setiap lokasi coworking space dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung. Seperti meja, kursi, Wi-Fi gratis, pendingin ruangan, hingga televisi. Fasilitas itu disediakan untuk memastikan kenyamanan penggunanya.
"Kami ingin mendukung para pekerja kreatif, pelaku startup, maupun mahasiswa yang membutuhkan ruang kerja," ujar Baihaqi, Jumat (28/2/2025).
Pada tahun 2024, lebih dari 2.056 orang telah memanfaatkan fasilitas coworking space ini. Salah satu lokasi yang populer adalah Coworking Space Stadion Gajayana, yang sering digunakan oleh startup. Di tempat ini, sekitar 20 orang dari tiga startup berbeda sering bekerja bersama.
"Permintaan untuk coworking space terus meningkat seiring perkembangan sektor ekonomi kreatif di Kota Malang. Fasilitas ini juga sering digunakan untuk acara seperti FGD (focus group discussion), meeting, dan berbagai event lainnya," tambah Baihaqi.
Selain sebagai ruang kerja gratis, fasilitas ini juga memberi kesempatan bagi pelaku industri kreatif untuk mengikuti program pelatihan dan sertifikasi gratis.
Salah satu kisah sukses yang menonjol adalah Bingkai Karya: sebuah startup yang dulunya hanya terdiri dari dua orang.
Setelah memanfaatkan coworking space dan mengikuti berbagai pelatihan serta sertifikasi yang disediakan Pemkot Malang, Bingkai Karya kini berkembang pesat dan memiliki kantor sendiri.
Coworking space tidak hanya dapat diakses oleh pekerja lepas atau freelancer, pelajar, dan pelaku startup, tetapi juga dapat diakses oleh siapa pun yang membutuhkan ruang untuk berkumpul atau berdiskusi.
Dengan konsep berbagi ruang, fasilitas yang ada dirancang untuk memberi kenyamanan bagi seluruh penggunanya.
Dako Brand & Communication, sebuah perusahaan di bidang branding dan komunikasi dengan pasar internasional, juga merasakan manfaat dari fasilitas ini.
"Fasilitasnya sangat memadai, dari ruangan yang representatif, AC, Wi-Fi, hingga TV. Lokasinya pun strategis dan nyaman untuk bekerja," ucap Cita, salah satu intern di perusahaan tersebut, yang menggunakan coworking space di Gajayana.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, Kota Malang memiliki potensi besar dalam bidang digital dan ekonomi kreatif.
"Dengan adanya coworking space ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih produktif dan inovatif, serta memfasilitasi kolaborasi antar individu dan komunitas," ujar Wahyu.
Menurutnya, coworking space ini menjadi tempat yang ideal bagi para pekerja kreatif untuk brainstorming dan berdiskusi.
Dengan semakin berkembangnya sektor ekonomi kreatif di Malang, fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan kolaborasi.
"Ini adalah bagian dari komitmen Pemkot Malang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas dan kolaborasi," tambahnya.
Melalui inisiatif ini, Pemkot Malang berharap dapat memberikan dukungan konkret bagi masyarakat dalam mengembangkan ide-ide mereka di era digital tanpa terbebani biaya sewa ruang kerja.
Dengan berbagai fasilitas yang disediakan, Malang akan semakin dikenal sebagai kota yang ramah terhadap inovasi dan siap menuju Kota Kreatif Dunia. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

