Stadion Gajayana Bakal Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Lewat Festival Mbois 11 pada Agustus 2026
Festival Mbois 11 akan mengubah Stadion Gajayana menjadi pusat ekonomi kreatif dengan menghadirkan kolaborasi seni, olahraga, teknologi, UMKM, dan media arts.
KOTA MALANG, SJP – Stadion Gajayana bakal memasuki babak baru di usianya yang genap satu abad. Pada 21–23 Agustus 2026 nanti, ikon Kota Malang itu akan bertransformasi menjadi pusat ekonomi kreatif melalui gelaran Festival Mbois 11 bertajuk Malang Menyala, yang memadukan seni, olahraga, teknologi, musik, UMKM, hingga forum bisnis dalam satu kawasan.
Festival yang diinisiasi Malang Creative Fusion (MCF) bersama Pemerintah Kota Malang ini tak hanya menjadi agenda hiburan tahunan. Lebih dari itu, Festival Mbois 11 dirancang sebagai ruang kolaboratif guna mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, hingga investor guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Malang.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan Festival Mbois menjadi bukti bahwa ekosistem kreatif di Kota Malang terus berkembang melalui kolaborasi berbagai pihak.
"Festival Mbois adalah bukti bahwa ekosistem kreatif di Kota Malang terus tumbuh melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Kreativitas yang lahir dari kota ini harus mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah," ujar Baihaqi, dalam konferensi pers di Malang Creative Center, Selasa malam (21/7/2026).
Festival ini mengusung tiga momentum penting, yakni peringatan 100 tahun Stadion Gajayana, satu tahun Kota Malang menyandang predikat UNESCO Creative City of Media Arts, serta perayaan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. Ketiga momentum tersebut menjadi landasan penyelenggaraan festival yang mengedepankan kolaborasi dan inovasi.
Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Vicky Arief Herinadharma, menilai Festival kali ini akan menjadi contoh bagaimana sebuah kota mampu membangun ekosistem ekonomi kreatif melalui sinergi lintas sektor.
"Festival Mbois 11 menunjukkan bahwa kota kreatif tidak hanya diukur dari banyaknya acara, tetapi dari kemampuan membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Kota Malang telah menunjukkan praktik baik dalam mempertemukan pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang produktif," katanya.
Senada dengan itu, Focal Point UNESCO Creative City of Media Arts Kota Malang, Amar Alphabet, menyebut Festival Mbois 11 menjadi ruang implementasi nyata status Kota Malang sebagai bagian dari jejaring kota kreatif dunia.
"Festival Mbois 11 merupakan panggung bersama yang memperlihatkan bagaimana media arts dapat dihadirkan secara dekat dengan masyarakat. Kami berharap festival ini menjadi inspirasi bagi kota-kota lain dalam mengembangkan kreativitas berbasis teknologi, budaya, dan partisipasi masyarakat," ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhi lima klaster utama, yakni Sound of Malang Menyala, Made by Arema Creative Market, Malang Sportainment, Malang Creative Connect, dan Malang Media Arts Experience. Berbagai agenda seperti konser musik, kompetisi olahraga dan e-sport, pameran media arts, seminar, business matching, hingga pasar produk kreatif lokal akan digelar secara terpadu dan variatif.
Koordinator Malang Creative Fusion, Dadik Wahyu Chang, menegaskan Festival Mbois 11 merupakan bagian dari perjalanan MCF selama 11 tahun membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang.
"Festival ini adalah platform kolaborasi. Ketika seluruh elemen bergerak bersama, Kota Malang benar-benar bisa menyala. Festival ini menjadi panggung bersama bagi karya, jejaring, inovasi, investasi, dan masa depan ekonomi kreatif Indonesia," tegasnya.
Ketua Pelaksana Festival Mbois 11, Gedeon Soerja, memastikan seluruh persiapan terus dimatangkan agar masyarakat mendapatkan pengalaman terbaik selama festival berlangsung.
"Festival Mbois 11 dirancang sebagai ruang yang terbuka bagi semua. Selama tiga hari, masyarakat akan menikmati pengalaman yang memadukan musik, olahraga, media arts, konferensi, creative market, hingga berbagai aktivitas komunitas dalam satu kawasan Stadion Gajayana. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan menjadi bagian dari gerakan 'Malang Menyala'," pungkas Gedeon. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

