Daya Tarik Wisata Sumber Jenon Malang belum Diimbangi Pengembangan Fasilitas dan Promosi

Sumber Jenon memiliki potensi besar sebagai wisata berbasis alam, namun pengembangan fasilitas dan promosi dinilai masih belum optimal. Pemerhati pariwisata mendorong adanya perhatian lebih agar destinasi ini tak stagnan di tengah persaingan wisata daerah.

07 Jun 2025 - 23:17
Daya Tarik Wisata Sumber Jenon Malang belum Diimbangi Pengembangan Fasilitas dan Promosi
Wisata Sumber Jenon di Tajinan, Malang (doc. Ist)

MALANG, SJP – Di balik kejernihan air dan kesejukan alamnya, Wisata Sumber Jenon di Desa Gunung Ronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, menyimpan catatan penting: potensi yang besar belum dibarengi dengan pengembangan yang optimal.

Destinasi berbasis alam ini dikelola oleh BUMDes Gunung Ronggo dan telah menjadi tujuan favorit warga sekitar. Terutama karena suasananya yang asri dan alami. Pemerhati pariwisata Kabupaten Malang, Ruwiyanto, yang berkunjung ke lokasi pada Sabtu (7/6/2025), mengaku kagum dengan kondisi alam Sumber Jenon.

“Airnya sangat jernih, kolam utama dalamnya lebih dari 14 meter dan aman untuk berenang. Untuk anak-anak juga tersedia kolam dangkal. Ini sangat potensial sebagai wisata keluarga,” ujar Ruwiyanto.

Dia juga menyoroti lingkungan sekitar yang sejuk dan rindang, berkat tebing alami, rumpun bambu, dan pohon-pohon tua seperti beringin yang menambah nuansa khas. Kolam utama bahkan dihuni ikan tombro dan jenis ikan tawar lainnya, menambah daya tarik tanpa mengganggu keseimbangan alam.

Namun, di balik pesona itu, Ruwiyanto menilai belum ada lompatan signifikan dalam pengembangan fasilitas maupun promosi wisata.

“Fasilitas sudah ada, seperti warung-warung warga dan persewaan perlengkapan renang, tapi masih sangat sederhana. Perlu sentuhan serius agar daya tarik ini tidak stagnan,” urainya.

Saat ini, pengunjung hanya dikenai tiket masuk Rp10 ribu dan parkir mobil Rp10 ribu. Harga yang ramah, namun tak sebanding dengan potensi pendapatan lebih besar jika dikelola secara lebih profesional dan berkelanjutan.

Dia menegaskan, peningkatan fasilitas tak hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Terlebih, Sumber Jenon belum memiliki dukungan promosi digital yang memadai. Padahal era wisata kini sangat bergantung pada visibilitas daring.

“Kalau tidak segera dikembangkan, destinasi ini bisa kalah bersaing dengan wisata lain yang lebih gencar promosinya. Padahal dari sisi alam, Sumber Jenon sudah punya keunggulan,” tutupnya.

Dengan daya tarik yang sudah kuat secara alami, Sumber Jenon kini butuh keberanian langkah dari pengelola dan pemerintah daerah untuk naik kelas sebagai destinasi unggulan yang tak hanya indah, tapi juga berdaya saing. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow