Cari Bocah Hilang, Warga Jember Keliling Kampung Pukuli Peralatan Dapur
Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden berawal saat korban diduga keluar rumah untuk mengejar layangan sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, hingga petang hari korban tak kunjung kembali ke rumah.
JEMBER, SJP–Upaya pencarian terhadap SR, seorang bocah perempuan berusia 11 tahun warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, yang dilaporkan hilang sejak Ahad (26/7/2026) petang, diwarnai aksi unik warga. Sejumlah penduduk menggelar ritual keliling kampung sambil memukuli peralatan dapur untuk menemukan korban.
Hingga Selasa (28/7/2026), proses pencarian terus dilakukan secara masif oleh pihak keluarga, warga setempat, hingga aparat Polsek Semboro. Penyisiran difokuskan ke sejumlah titik potensial, mulai dari area pekarangan, kebun, hingga sepanjang aliran sungai di kawasan Desa Sidomulyo.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden berawal saat korban diduga keluar rumah untuk mengejar layangan sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, hingga petang hari korban tak kunjung kembali ke rumah.
Sugeng Santoso, perwakilan keluarga korban, menceritakan bahwa pihak keluarga mulai menyadari keberadaan SR yang misterius saat ibunya mencoba mencari korban satu jam setelahnya.
"Pukul 16.00 WIB masih ada, pukul 17.00 WIB dicari sama ibunya sudah tidak ada. Entah ke mana, kami tidak ada yang tahu. Isu yang berkembang di masyarakat ada yang bilang diculik makhluk halus, diculik orang, hanyut di sungai. Kami tidak tahu mana yang betul," ujar Sugeng, Selasa (28/7/2026).
Suasana haru dan tangis histeris keluarga mewarnai proses pencarian tersebut. Di tengah kesedihan keluarga, aksi warga yang memukuli perabotan dapur sembari memanggil nama SR sempat menyita perhatian publik. Langkah ini dilakukan sebagian warga lantaran memercayai tradisi lokal untuk memanggil orang hilang.
Menanggapi kejadian tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak cepat melakukan langkah-langkah penanganan di lapangan. Petugas memperluas jangkauan penyisiran hingga ke sektor aliran sungai yang dicurigai menjadi lokasi korban terjatuh atau hanyut.
Kanit Reskrim Polsek Semboro, Aipda Yayang Pangestu, membenarkan bahwa pihak keluarga telah resmi melaporkan kasus kehilangan anak tersebut dan kepolisian langsung menerjunkan personel.
"Anggota kami langsung melakukan pencarian dengan memperluas jangkauan di wilayah tersebut," kata Aipda Yayang saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Aipda Yayang menekankan agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh spekulasi liar atau kabar miring yang belum pasti kebenarannya, terutama yang mengaitkan kejadian ini dengan unsur mistis.
Kepolisian mengimbau warga untuk memfokuskan bantuan pada fakta-fakta di lapangan agar proses pencarian tetap terarah dan efektif. Bagi warga yang melihat atau memiliki informasi sekecil apa pun terkait keberadaan SR, diminta untuk segera melaporkannya ke Polsek Semboro atau perangkat desa setempat.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan beserta warga masih terus melakukan penyisiran di lapangan untuk menemukan keberadaan korban. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

