Prodi DKV dan Sistem Informasi Dapat Akreditasi Unggul, Undika Siap Perluas Jangkauan PJJ
Undika raih akreditasi unggul untuk Prodi DKV dan Sistem Informasi, membuka jalan pembelajaran jarak jauh nasional lewat inovasi Undika Futuristic Learning (UFL).
SURABAYA, SJP - Peningkatan mutu pendidikan tinggi Indonesia kian nyata dengan semakin banyaknya program studi meraih akreditasi unggul. Predikat itu menjadi indikator penting bahwa perguruan tinggi tidak hanya memenuhi standar minimum, tetapi juga melampaui ekspektasi kualitas pendidikan.
Salah satu pencapaian terbaru datang dari Universitas Dinamika (Undika, dulu STIKOM Surabaya) yang berhasil meraih akreditasi unggul untuk dua program studinya.
Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) resmi menyandang predikat unggul dari BAN-PT berdasarkan SK No.7052/SK/BAN-PT/Ak/S1/VII/2025 tertanggal 29 Juli 2025.
Sementara itu, Prodi Sistem Informasi mendapatkan pengakuan serupa dari LAM INFOKOM lewat SK No. 193/SK LAM-INFOKOM/Ak/S/VIII/2025 pada 17 Agustus 2025.
Jaminan Kualitas, Akses Lebih Luas
Rektor Universitas Dinamika, Prof. Budi Jatmiko, menegaskan bahwa predikat unggul bukan hanya sekadar pengakuan administratif, tetapi jaminan kualitas yang berdampak langsung bagi mahasiswa.
Menurutnya, akreditasi tersebut membuka peluang lebih besar di pasar kerja global, beasiswa nasional dan internasional, hingga kolaborasi industri yang semakin luas bagi para mahasiswa.
"Mahasiswa kini memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja global, peluang lebih besar untuk beasiswa nasional maupun internasional, serta akses ke kemitraan industri yang lebih luas," ujar Prof. Budi, Kamis (11/9/2025).
PJJ dan UFL: Inovasi Pembelajaran Masa Depan
Lebih jauh, Prof. Budi mengungkapkan bahwa akreditasi unggul juga membuka jalan Undika untuk memperluas penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Dengan predikat unggul, program studi bisa menjangkau mahasiswa dari seluruh provinsi, bukan hanya terbatas tiga provinsi sebagaimana aturan untuk akreditasi dengan predikat 'baik sekali'.
"Jadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) itu sudah lama kami canangkan, tetapi menunggu akreditasi unggul. Dengan status ini, kami bisa bekerja sama dengan jangkauan yang lebih luas," jelasnya.
Untuk mendukung rencana itu, Undika telah menyiapkan platform Undika Futuristic Learning (UFL), sebuah learning management system yang memungkinkan mahasiswa mengikuti pembelajaran bahkan mengulang kembali materi kuliah secara fleksibel.
"UFL ini memungkinkan mahasiswa membuka kembali apa yang sudah diajarkan kapan pun mereka butuh, kapanpun dimanapun. Harapannya, pemahaman mereka terhadap materi akan semakin mendalam," tambah Prof. Budi.
Keunggulan Tiap Prodi
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Anjik Sukmaaji, menjelaskan bahwa pencapaian akreditasi unggul didapat melalui pemenuhan beberapa kriteria yang dicanangkan oleh lembaga akreditasi.
"Jadi dari sejumlah butir-butir yang sudah dicanangkan oleh BAN-PT ataupun LAM Infokom, itu semua bisa dipenuhi oleh kami, dipenuhi dengan nilai yang sangat baik," jelas Anjik.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa butir-butir penilaian di antaranya adalah sarana-prasarana kampus, kemudian tenaga pengajar dan SDM lainnya, kemudian juga berkaitan dengan penjaminan mutu.
"Bahkan sebelum penjaminan mutu eksternal dari lembaga akreditasi datang lakukan assesmen lapangan, kami juga ada assesmen internal untuk memenuhi kekurangan yang kita temukan," paparnya.
Anjik juga menegaskan bahwa keunggulan dua prodi yang baru saja mendapatkan akreditasi unggul di Undika terletak pada konsentrasi yang khas dan berbeda dibanding prodi yang sama di universitas lain.
"Untuk DKV, kita itu unggul di smart branding and advertising. Sementara Sistem Informasi memiliki keunggulan di tiga konsentrasi, yaitu bisnis digital, data intelligent, dan cyber security," tuturnya.
Prestasi akreditasi tersebut juga sejalan dengan karya mahasiswa dan alumni Undika yang telah diakui. Mahasiswa berhasil menciptakan robot lengan (arm robot) yang aplikatif di berbagai sektor industri serta buku pop-up interaktif bertema animal abuse dengan dukungan teknologi AR untuk edukasi anak-anak.
Selain itu, alumni DKV banyak berkarier di industri kreatif nasional maupun internasional, sedangkan lulusan Sistem Informasi menjadi tulang punggung di perusahaan teknologi dan startup digital.
"Kami ingin memastikan mahasiswa bukan hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga membawa solusi nyata bagi masyarakat, baik melalui teknologi informasi maupun karya kreatif," pungkas Anjik. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

