10 Ribu Siswa di Kota Blitar Terima MBG, Rasa Makanan Jadi Catatan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan di Kota Blitar selama tiga pekan terakhir. Dinas Pendidikan menyebut secara umum pelaksanaan program MBG berjalan lancar dan pihaknya mendapat kritik soal rasa makanan. Hal ini wajar dan anak-anak perlu menyesuaikan dengan rasa makanan.
KOTA BLITAR, SJP - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan di Kota Blitar selama tiga pekan terakhir. Dinas Pendidikan mencatat ada 10.233 siswa mulai dari jenjang Paud, TK, SD, SMP/Mts, dan SMA/SMK sudah menerima MBG.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Dindin Alinurdin. Secara umum pelaksanaan MBG di wilayahnya berjalan lancar, namun ia menerima tanggapan dari peserta didik mengenai rasa makanan yang kurang cocok di lidah anak-anak.
Menurutnya, hal ini wajar, karena makanan yang diberikan ini disesuaikan dengan standar gizi dan anak-anak harus bisa menyesuaikan hal itu.
"Kalau secara porsi sudah cukup, hanya ada rasa yang tidak cocok. Seperti kurang asin, kurang manis. Namanya makanan bergizi, anak-anak menyesuaikan di sana," ujar Dindin, Kamis (11/9/2025).
Dindin menyebut untuk porsi MBG yang diberikan kepada anak-anak sekolah juga disesuaikan dengan umur mereka. Untuk jenjang PAUD, TK dan SD kelas 1-3 diberikan porsi anak-anak atau lebih kecil. Lalu untuk SD kelas 4-6, SMP dan SMA diberikan menu makanan dengan porsi dewasa.
Sementara itu, MBG bagi siswa tingkat PAUD dan TK diberikan saat pagi atau untuk sarapan. Lalu jenjang SD, SMP, SMA, menu MBG diberikan untuk makan siang.
"Porsi itu disesuaikan, ada yang lebih kecil dan juga ada yang porsi dewasa. Tergantung jenjangnya," kata dia.
Sebelumnya, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengungkapkan di Kota Blitar totalnya ada 20 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi.
Sejauh ini, yang sudah siap beroperasi ada 7, dan tiga di antaranya dipastikan sudah beroperasi yang setiap harinya sudah memberikan menu MBG kepada anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan lain sebagainya.
"Kami pastikan pelaksanaan lancar dan semua sasaran mendapat MBG. Secara bertahap, semua bisa merasakan manfaat program MBG, dan kami juga akan membagi SPPG agar areanya tidak berdekatan," ungkapnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

