Polres Tulungagung Amankan Ratusan Petasan dan Bahan Peledak Selama Ramadan, Mayoritas Pelaku Anak-anak

Dari hasil pengamanan, petasan berukuran besar menjadi temuan dominan. Bahkan, di wilayah Sumbergempol saja, petugas mengamankan hampir 50 petasan dengan ukuran diameter sekitar 10 sentimeter dan tinggi 25 sentimeter, serta bubuk mesiu seberat 11,4 kilogram.

21 Mar 2026 - 18:05
Polres Tulungagung Amankan Ratusan Petasan dan Bahan Peledak Selama Ramadan, Mayoritas Pelaku Anak-anak
Barang bukti petasan dan bahan peledak yang berhasil diamankan polisi di Tulungagung saat diamankan di Mapolsek Sumbergempol. (Foto : Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung mengamankan puluhan petasan siap ledak beserta bahan bakunya selama pelaksanaan operasi cipta kondisi di bulan suci Ramadan. Dari hasil penindakan selama kurang lebih 30 hari, temuan terbanyak berasal dari wilayah Polsek Sumbergempol.

Kabag Ops Polres Tulungagung, Kompol Maga Fidri Isdiawan, mengungkapkan bahwa selain petasan jadi, pihaknya juga menemukan bahan peledak yang masih dalam tahap percobaan pembuatan.

“Selama kurang lebih 30 hari dari berbagai polsek jajaran, yang paling banyak mendapatkan hasil yaitu di Polsek Sumbergempol. Di sana ditemukan bahan peledak dari petasan maupun bahan peledak baru berupa misil yang masih tahap percobaan, dan sudah diamankan oleh Kapolsek beserta anggotanya,” Kompol Maga, Sabtu (21/3/2026).

Ia menegaskan, operasi tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

“Tujuannya untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif pada bulan suci Ramadan dan utamanya pada perayaan Idulfitri, agar masyarakat bisa lebih khidmat dalam melaksanakan ibadah,” jelasnya.

Dari hasil pengamanan, petasan berukuran besar menjadi temuan dominan. Bahkan, di wilayah Sumbergempol saja, petugas mengamankan hampir 50 petasan dengan ukuran diameter sekitar 10 sentimeter dan tinggi 25 sentimeter, serta bubuk mesiu seberat 11,4 kilogram.

“Temuan paling banyak yaitu petasan dengan diameter sekitar 10 cm dan tinggi 25 cm. Itu ada sekitar puluhan, hampir 50 buah diamankan di Sumbergempol,” kata Maga.

Selain itu, di wilayah lain seperti Polsek Tulungagung Kota, petugas menyita 79 petasan siap ledak dengan ukuran diameter 10 cm dan tinggi 15 cm. Polsek Ngunut mengamankan 57 petasan berbagai ukuran, sementara Polsek Boyolangu menemukan total 78 petasan dengan variasi ukuran besar, sedang, dan kecil.

Tak hanya itu, Polsek Bandung turut mengamankan bahan kimia seperti KCLU, sodium bisulfat, dan sulfur powder, serta selongsong petasan. Di wilayah Polsek Besuki, polisi juga menemukan bahan baku pembuat petasan seperti aluminium powder, KCL booster, dan serbuk belerang.

Yang memprihatinkan, mayoritas pelaku yang terlibat dalam pembuatan maupun kepemilikan petasan adalah anak-anak di bawah umur, berkisar usia 10 hingga 15 tahun.

“Pelakunya mayoritas anak-anak usia 10 sampai 15 tahun. Totalnya ada sekitar 50 lebih, dan semuanya anak-anak,” ungkapnya.

Menurutnya, anak-anak tersebut belajar merakit petasan dari internet, khususnya platform video daring, serta membeli bahan-bahannya melalui marketplace online.

“Untuk belajar, mereka dari YouTube. Sedangkan bahan-bahannya dibeli secara online,” tambahnya.

Pihak kepolisian pun mengambil langkah pembinaan dengan mengembalikan anak-anak tersebut kepada orang tua masing-masing melalui mekanisme mediasi. Sementara satu kasus yang ditangani Polsek Kalidawir dan melibatkan orang dewasa proses hukum berlanjut.

“Karena mayoritas anak-anak, penyelesaian perkara dilakukan secara mediasi dan kita kembalikan kepada orang tuanya. Untuk pelaku dewasa, tetap kita lanjutkan ke tingkat penyidikan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak terlibat dalam kegiatan berbahaya.

“Perlu adanya pembinaan serta kerja sama orang tua untuk membantu polisi dalam mengawasi dan mendidik anak-anaknya agar tidak melakukan kegiatan yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

Kompol Maga memastikan, pada momen ramadan hingga lebaran hari pertama ini tidak ada korban jiwa maupun kerugian material akibat petasan di wilayah Tulungagung. Hal tersebut, menurutnya, berkat upaya preventif yang dilakukan kepolisian.

“Alhamdulillah sampai sejauh ini di wilayah Kabupaten Tulungagung tidak ada korban jiwa maupun material akibat petasan tersebut. Ini murni upaya antisipasi. Sebelum terjadi ledakan, kita sudah melakukan patroli dan langkah preventif,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Polres Tulungagung menggandeng tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur untuk memusnahkan barang bukti berupa petasan dan bahan peledak tersebut.

“Hari ini kami mengundang Gegana Satbrimob Polda Jatim dalam rangka pemusnahan bahan peledak hasil penindakan selama Ramadan,” ujarnya.

Rencananya, pemusnahan dilakukan di kawasan Bukit Cemenung, Desa Sukorejo Wetan, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi bahaya serta memberikan efek jera, sekaligus menjaga situasi tetap aman dan kondusif hingga perayaan Idulfitri. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow