Penjagaan Ketat DPRD Gresik karena Seruan Aksi, Tak Ada Massa hingga Sore
Gedung DPRD Gresik dijaga ketat aparat TNI dan Satpol PP setelah beredar pamflet seruan aksi di media sosial. Namun, hingga sore hari, massa aksi tak kunjung datang.
GRESIK, SJP — Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik dijaga ketat pada Sabtu (30/8/2025), menyusul beredarnya seruan aksi demonstrasi di media sosial.
Penjagaan dilakukan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan sejumlah pria berpakaian preman di halaman gedung di Jalan KH Wachid Hasyim.
Pengamanan itu tak lazim dilakukan pada akhir pekan ketika gedung wakil rakyat biasanya lengang. Langkah ini diambil merespons ajakan aksi yang tersebar melalui Facebook, TikTok, dan grup WhatsApp.
Pamflet berisi ajakan konsolidasi aksi menyerukan mahasiswa, pelajar, pekerja, pengusaha, dan masyarakat untuk berkumpul di depan DPRD Gresik pada pukul 09.00 WIB.
Namun, hingga sore hari tak satu pun massa aksi muncul di sekitar gedung DPRD. Kondisi tetap sepi meskipun aparat masih bersiaga di lokasi hingga sore.
Sejumlah warga sekitar juga mengaku mendengar adanya rencana aksi tersebut. "Ya, katanya akan ada demo, tapi masih sepi," kata Warno, warga sekitar gedung DPRD Gresik.
Isi pamflet yang beredar memuat seruan keras, di antaranya berbunyi: Revolusi DPR dan Polri. Suara rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi negeri ini. Kemarahan rakyat adalah revolusi.
Pamflet itu juga menyerukan gulingkan kekuasaan tirani, rebut kembali keadilan, serta membela rakyat tertindas. Namun, tidak jelas pihak yang bertanggung jawab atas penyebaran ajakan tersebut. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

