Pipa PDAM Gresik Bocor Lagi, Dua Kecamatan Terdampak Krisis Air Bersih
Untuk ketiga kalinya dalam tiga pekan terakhir, kebocoran pipa distribusi memaksa ribuan warga di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng gigit jari akibat terhentinya pasokan air bersih pada Kamis (22/1/2026).
GRESIK, SJP — Belum genap satu bulan memasuki tahun 2026, manajemen pengelolaan Perudahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kabupaten Gresik kembali dikeluhkan.
Untuk ketiga kalinya dalam tiga pekan terakhir, kebocoran pipa distribusi memaksa ribuan warga di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng gigit jari akibat terhentinya pasokan air bersih pada Kamis (22/1/2026).
Insiden terbaru ini mengonfirmasi rapuhnya infrastruktur saluran air di bawah naungan Perumda Giri Tirta, yang kinerjanya mulai dipertanyakan publik akibat rentetan kegagalan teknis yang berulang dalam waktu singkat.
Humas Kantor Pusat Perumda Giri Tirta, Ismail Jaya, mengonfirmasi bahwa gangguan kali ini bersumber dari kebocoran pipa transmisi PVC berdiameter 500 mm di Jalan Raya Losari, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Pipa tersebut merupakan jalur distribusi utama dari SPAM Mojolagres milik PT Air Bersih Jatim (Perseroda).
"Petugas tengah melakukan perbaikan dengan estimasi waktu rampung satu kali 24 jam sejak Rabu (21/1/2026) pukul 22.00 WIB," ujar Ismail.
Namun, pernyataan tersebut dinilai skeptis oleh masyarakat. Pasalnya, pada dua insiden sebelumnya di Kecamatan Manyar dan Wringinanom, janji perbaikan cepat dari pihak Perumda kerap meleset dari target, yang mengakibatkan krisis air meluas hingga berhari-hari.
Krisis air di awal tahun 2026 ini bukan sekadar masalah domestik. Dampak sistemik mulai merambah sektor produktif. Akibat macetnya pasokan air, sejumlah pelaku usaha terpaksa mengambil langkah ekstrem dengan memangkas jam kerja hingga meliburkan karyawan.
Ketidakpastian distribusi air ini menciptakan efek domino yang membebani warga, baik dari sisi pengeluaran ekstra untuk membeli air tangki swasta maupun hilangnya pendapatan bagi pekerja harian.
Rentetan kebocoran yang terjadi tiga kali dalam 22 hari pertama di tahun 2026 memicu kritik pedas mengenai komitmen pemerintah daerah dalam meremajakan infrastruktur vital.
Hingga berita ini diturunkan, distribusi air di wilayah Balongpanggang dan Benjeng masih lumpuh total.
Jika perbaikan kembali meleset dari estimasi, ancaman krisis sosial akibat kelangkaan air bersih di wilayah Gresik Selatan diprediksi akan semakin memanas. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

