Pertamina EP Sukowati Field Minta Maaf ke Warga yang Sawahnya Tercemar Limbah

Permintaan maaf tersebut merupakan buntut dari tercemarnya sawah milik Pamuji oleh limbah yang berasal dari area sumur pengeboran PAD B.

19 Feb 2025 - 15:46
Pertamina EP Sukowati Field Minta Maaf ke Warga yang Sawahnya Tercemar Limbah
Pamuji (kiri), saat ditemui di lahan garapanya yang terkena limbah Pertamina EP Sukowati Field. (Foto: Abrori/SJP)

BOJONEGORO, SJP- Pertamina EP Sukowati Field meminta maaf pada Pamuji, petani pemilik sawah yang berada di sekitar lokasi sumur pengeboran minyak PAD B, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Permintaan maaf tersebut merupakan buntut dari tercemarnya sawah milik Pamuji oleh limbah yang berasal dari area sumur pengeboran PAD B.

Pamuji menuturkan, tiga orang dari pihak Pertamina EP Sukowati Field mendatangi rumahnya pada Rabu (19/2/2025) sekitar pukul 09.00 WIB guna menyampaikan permintaan maaf.

"Pagi tadi ke rumah," ucapnya, Rabu (19/2/2025).

Pamuji menyampaikan, permintaan maaf yang disampaikan pihak Pertamina EP Sukowati Field lantaran telah membuat Pamuji merasa dirugikan oleh limbah Pertamina.

"Ya masalah ini. Masalah saya yang telah dirugikan," lanjut Pamuji.

Lebih lanjut, ketika suarajatimpost.com memastikan apakah Pertamina EP Sukowati Field telah mengakui limbahnya telah mencemari lahan sawah yang ia garap, Pamuji menandaskan dengan fakta yang terjadi di lapangan.

"Mau gak mengakui gimana, wong sudah kelihatan dari pihak Pertamina keluarnya (limbah) dari situ (sumur) juga," bebernya.

Pamuji mengenali tiga orang dari pihak Pertamina tersebut atas nama Sony, Ryan, dan Hasyim. Mereka meminta waktu untuk mencari solusi atau menemukan titik temu atas permasalahan yang timbul.

Pamuji pun memberikan waktu selama tiga hari ke depan pada pihak Pertamina agar segera dapat menindaklanjuti persoalan yang telah menimbulkan kerugian bagi dirinya.

"Saya kasih waktu tiga hari untuk menindaklanjuti," tandas Pamuji.

Selama tenggat waktu tiga hari ke depan yang diberikan oleh Pamuji, pihak Pertamina EP Sukowati Field meminta petani yang sawahnya terkena limbah agar tidak mengeluarkan pernyataan kepada siapa pun.

"Selama tiga hari jangan ada statement yang keluar, kata mereka," imbuhnya.

Pamuji pun mengancam, jika dalam waktu tiga hari ke depan masih belum ada jawaban, pohon pisang miliknya yang berada di sekitar lokasi sumur PAD B bakal ditebang dan dilempar masuk ke lahan milik Pertamina EP Sukowati Field.

"Tak sampaikan, tiga hari gak ada jawaban, pisang nanti masuk semua," pungkas Pamuji. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow