Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Sebut Optimalisasi BUMDes Kunci Ketahanan Pangan
DPRD Kabupaten Malang mendorong pemberdayaan masyarakat desa dan optimalisasi BUMDes untuk memperkuat ketahanan pangan.
MALANG, SJP – Pemberdayaan masyarakat desa menjadi kunci dalam meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Malang.
Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Surya Hanta, dalam sebuah diskusi terkait strategi penguatan pangan di daerah pedesaan di Singosari Malang.
Menurutnya, ketahanan pangan di pedesaan masih menghadapi berbagai tantangan. Seperti ketergantungan pada komoditas tertentu, kurangnya teknologi pertanian modern, keterbatasan akses pasar dan modal, serta degradasi lahan dan sumber daya alam.
“Masyarakat desa perlu didorong untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya melalui edukasi, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan ekonomi lokal,” ujarnya, Rabu (19/2/2025).
Dia menyoroti beberapa faktor utama yang mempengaruhi ketahanan pangan. Di antaranya kualitas hasil pertanian, perubahan iklim, infrastruktur dan transportasi, kebijakan pemerintah, serta perubahan pola konsumsi masyarakat.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi solusi yang harus terus diperkuat.
Pria yang akrab disapa Hanta itu menegaskan, program pemberdayaan masyarakat desa harus berbasis pada peningkatan kapasitas dan edukasi, pemanfaatan inovasi teknologi, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Pemerintah daerah harus memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada petani dan komunitas desa. Dengan demikian, ketahanan pangan bisa terwujud secara berkelanjutan dan inklusif,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, dia mendorong sinergi antara OPD terkait, DPRD, dan pemangku kepentingan lainnya untuk merancang kebijakan yang mendukung produktivitas pertanian serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian lokal.
"Pembangunan sektor pertanian harus dilakukan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir, agar hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat desa," terang Hanta.
Diskusi ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan berbagai pihak dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Malang. Khususnya di Kecamatan Wajak yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan pangan lokal.
Pemberdayaan masyarakat desa dalam ketahanan pangan juga menjadi perhatian utama dalam diskusi di Kecamatan Singosari yang merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak di Kabupaten Malang,.
Bahkan, jumlah penduduk Kecamatan Singosari mencapai sekitar 190.487 jiwa. Hal itu menjadikannya daerah dengan tingkat kepadatan tinggi dan kebutuhan pangan yang besar.
Anggota Fraksi itu menekankan badan usaha milik desa (BUMDes) harus dioptimalkan untuk memastikan keberlanjutan dan ketersediaan stok pangan di tingkat desa.
"BUMDes bisa menjadi ujung tombak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan sumber daya yang cukup, desa bisa lebih mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada distribusi dari kota," katanya kepada wartawan.
Untuk mendukung hal ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), dan Dinas Pertanian guna memastikan program berjalan efektif.
Selain itu, dia menegaskan, DPRD memiliki peran penting dalam mengawasi dan mengevaluasi kebijakan ketahanan pangan agar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pihaknya juga menyoroti keberhasilan uji coba program Makan Bergizi (MBG) di sekolah-sekolah di Kabupaten Malang.
"Alhamdulillah, pelaksanaan MBG sudah tertata dengan baik dan berjalan secara profesional. Ada kendala kecil, tapi bisa diselesaikan dengan baik. Kendala besar sejauh ini tidak ada," jelasnya.
Dia berharap, program ini dapat diperluas ke lebih banyak sekolah dan dikelola dengan sistem yang lebih solid.
Menurutnya, jika pelaksanaan MBG terus berjalan optimal, tidak hanya membantu meningkatkan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal yang terlibat dalam penyediaan bahan pangan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMDes, dan masyarakat, Hanta optimistis ketahanan pangan di Kabupaten Malang akan semakin kuat dan berkelanjutan.
"Kunci keberhasilan program ini ada pada sinergi semua pihak. Jika dijalankan dengan baik, kita tidak hanya mencapai ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

