Protes Jalan Rusak, Warga Jember Tanam Puluhan Pohon Pisang di Jalur Provinsi

Sebagai warga setempat, pria yang akrab disapa Manusia Jaket Kulit ini mengaku jengah melihat pembiaran yang dilakukan pemerintah terhadap kerusakan jalan yang tidak beraturan tersebut.

10 Feb 2026 - 09:50
Protes Jalan Rusak, Warga Jember Tanam Puluhan Pohon Pisang di Jalur Provinsi
Saroji (54) warga Desa Wonorejo saat menanam puluhan pohon pisang di jalan rusak. (Ulum/SJP)

JEMBER, SJP — Kelalaian pemerintah dalam menjaga kelayakan infrastruktur jalan kembali memicu aksi protes warga. Saroji (54), warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Jember, nekat menanam puluhan pohon pisang di tengah jalan raya provinsi sebagai bentuk kritik sekaligus peringatan bagi pengguna jalan. 

Langkah ini diambil Saroji menyusul kondisi jalan yang kian memprihatinkan dan kerap memakan korban. 

Sebagai warga setempat, pria yang akrab disapa Manusia Jaket Kulit ini mengaku jengah melihat pembiaran yang dilakukan pemerintah terhadap kerusakan jalan yang tidak beraturan tersebut.

"Kondisinya sudah sangat parah, apalagi sekarang musim hujan. Meskipun dilakukan tambal sulam ratusan kali, jalan tetap akan hancur karena langsung dilewati kendaraan berat sebelum kering sempurna," ujar Saroji di sela kegiatannya menanam pohon, Selasa (10/2/2026). 

Ia mengaku telah puluhan kali menolong pengendara yang terperosok ke dalam lubang jalan. Penanaman pohon pisang ini dilakukan sebagai upaya mandiri untuk memberikan rambu darurat agar pengendara lebih waspada.

"Pengendara harus sangat berhati-hati. Di sepanjang jalan Desa Wonorejo ini, ada ratusan titik kerusakan meskipun statusnya sering diperbaiki dengan metode tambal sulam," tambahnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan provinsi di wilayah Kecamatan Kencong memang berada pada level yang mengkhawatirkan. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan konkret dari Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk melakukan perbaikan permanen.

Ironisnya, data menunjukkan bahwa sepanjang medio 2023 hingga 2025, kerusakan jalan di kawasan tersebut telah merenggut puluhan nyawa. Sebagian besar korban tewas akibat terjatuh ke lubang jalan sebelum akhirnya terlindas kendaraan berat yang melintas di jalur logistik tersebut. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow