Belajar dari Insiden Ponpes Al Khoziny, Dirjen Cipta Karya PUPR Tinjau Ponpes Denanyar Jombang

Arahan dari presiden RI Prabowo Subianto meminta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan pengecekan kehandalan bangunan Ponpes diberbagai daerah di Indonesia.

09 Oct 2025 - 15:28
Belajar dari Insiden Ponpes Al Khoziny, Dirjen Cipta Karya PUPR Tinjau Ponpes Denanyar Jombang
Dirjen Cipta Karya saat meninjau langsung kondisi bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Denanyar Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Belajar dari Insiden bangunan masjid Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo yang roboh hingga memakan korban jiwa para santri, pemerintah pusat tampaknya serius mengkroscek kondisi bangunan Ponpes di Indonesia. 

Hal itu ditegaskan oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dewi Chomistriana yang tengah melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Kabupaten Jombang, Kamis (9/10/2025). 

Arahan dari presiden RI Prabowo Subianto, meminta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dan Menteri PUPR untuk melakukan pengecekan kehandalan bangunan Ponpes diberbagai daerah di Indonesia.

"Ini adalah instruksi dari Bapak Presiden yang disampaikan melalui Pak Menko PMK dan Pak Menteri PU. Kami diminta untuk melakukan pengecekan terhadap kehandalan bangunan di sejumlah pondok pesantren," ucap Dewi Chomistriana kepada wartawan, Kamis (9/10/2025).

Ponpes Denanyar, Kabupaten Jombang dipilih menjadi lokasi peninjauan karena melihat jumlah santrinya besar lebih dari 4.500 orang. Selain itu, sejumlah bangunan Ponpes telah berusia lebih dari seratus tahun.

“Kenapa kami datang ke sini lebih dulu, karena santrinya banyak dan bangunannya tua, ada yang sudah berusia di atas 100 tahun. Selain itu juga terdapat banyak bangunan tambahan di dalam kompleks pesantren, jadi perlu dicek keandalannya,” jelasnya.

Menurut Dewi Chomistriana, pantauan bangunan meliputi kondisi bangunan asrama putri baru, fasilitas sanitasi yang tengah dibangun, serta infrastruktur penunjang layanan operasional pesantren turut jadi fokus pengecekan.

“Secara visual bangunan lamanya masih terlihat kokoh, tapi untuk lebih detail tentu perlu pengecekan teknis," ujarnya.

Sementara untuk rencana renovasi aula yang semula akan ditingkatkan ke atas, pihaknya belum bisa memberikan rekomendasi karena secara struktur terlihat tidak memungkinkan dibangun.

Rencana solusi yang akan diambil pihak Ponpes terkait rencana pembangunan aula ke lahan baru. Langkah tersebut pilihan tepat dan lebih aman. Pihaknya mendukung langkah itu.

“Kami sangat mendukung langkah tersebut. Secara paralel nanti kami juga akan membantu memfasilitasi proses persetujuan bangunan gedungnya," tandasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow