Permintaan Panganan Keripik Tempe di Jombang Meningkat Jelang Idulfitri

Permintaan Keripik Tempe di Jombang meningkat 4 kali lipat Jepang perayaan Idulfitri.

19 Mar 2025 - 14:02
Permintaan Panganan Keripik Tempe di Jombang Meningkat Jelang Idulfitri
Pelaku Usaha Keripik Tempe yang mengaku mengalami permintaan pesanan jelang lebaran. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Pelaku usaha keripik tempe di Jombang mengaku mengalami permintaan pesanan jelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah atau 2025 Masehi. Permintaan meningkat 4 kali lipat dari hari biasa. 

Permintaan pesanan dialami Hafidz Muzakki (28), pemuda asal Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Pelaku usaha dengan merk dagang Keripik Tempe HH.

Menurut Hafidz, keripik tempe khas Jombang menjadi salah satu pilihan utama bagi para pemudik yang hendak membawa oleh-oleh panganan khas Jombang untuk keluarga di kampung halaman. 

“Alhamdulillah, pesanan meningkat hingga 3 sampai 4 kali lipat dibandingkan hari biasa. Membeli Keripik Tempe HH sebagai oleh-oleh saat mudik ke kampung halaman,” kata Hafidz, Rabu (19/3/2025).

Selama Ramadan saja produksi keripik tempe dalam sehari bisa mencapai 6 kilogram. Berbeda dengan sebelum Ramadan yang hanya memproduksi 2 sampai 3 kali dalam seminggu dengan totak produksi hanya 3 kilogram. 

"Sampai pertengahan Ramadan pendapatan dari keripik sudah mencapai Rp 4 juta," ujar Hafidz. 

Pengusaha muda yang merintis usaha Keripik Tempe HH sejak 2019 itu menyebut bisa bertahan dengan usaha keripik tempe karena konsisten menjaga kualitas. Sembari terus mencari inovasi pengemasan agar lebih mudah melayani permintaan pembeli. 

“Biasanya kami hanya memproduksi 2 hingga 3 kali dalam seminggu, tetapi saat Ramadan ini, kami harus memproduksi setiap hari untuk memenuhi pesanan yang datang, terutama untuk oleh-oleh mudik," ucapnya. 

Hafidz mengungkap cara menjaga kepercayaan konsumen, Ia membuat keripik tempe dengan tiga varian rasa, yaitu original, barbeque, dan pedas daun jeruk. Untuk rasa pedas daun jeruk menjadi varian yang paling diminati oleh pelanggan. 

"Produk ini tidak hanya digemari oleh warga lokal, tetapi juga oleh para perantau yang membawa oleh-oleh khas Jombang," urainya. 

Untuk harga penjualan, Hafidz menjual dengan kemasan Rp 1.000 hingga Rp 30 ribu. Ia juga menyediakan kemasan produk dengan harga Rp 70 ribu per kilogram. 

“Keripik tempe ini sangat potensial untuk menjadi oleh-oleh khas Jombang. Kami ingin masyarakat di sekitar sini juga bisa merasakan manfaat secara ekonomi dari berkembangnya usaha ini,” tandas Hafidz.

Sementara, pembeli kripik tempe, Wildan Prayoga (25) mengaku membeli keripik tempe untuk kebutuhan oleh-oleh mudik lebaran. Banyak varian rasa dan pilihan kemasan. 

"Keripik Tempe HH ini sangat cocok untuk oleh-oleh mudik. Selain itu untuk harganya menurut saya juga sangat terjangkau tidak menguras dompet, apalagi bagi saya yang baru lulus kuliah," ujarnya. 

Prayoga beralasan membeli Keripik Tempe HH karena sesuai dengan selera. Tempe buatan Hafidz memudahkan pembeli untuk kebutuhan oleh-oleh. Mulai dari ketipisannya, rasa, tekstur, kemudian untuk kemasannya juga praktis, bisa dibuka tutup sehingga tidak cepat basi. 

Ia beberapa kali membeli Keripik Tempe HH untuk dibawa pulang ke kampung halaman saat Lebaran. Selain rasanya yang enak dan kemasannya yang awet, tempe ini juga menjadi pilihan yang beda dari oleh-oleh pada umumnya. 

"Teman-teman saya yang ada di luar kota pun suka, dan sering saya bawakan, karena jarang ada oleh-oleh khas Jombang yang seperti ini,” pungkasnya. (*) 

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow