Peringati HUT ke-80 di Gresik, PMI Cetak Relawan Muda Lewat Jumbara PMR Terbesar di Jawa Timur
Lebih dari 1.500 peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur tumpah ruah dalam acara ini. Setiap kontingen mengirimkan 38 hingga 40 peserta, menunjukkan antusiasme luar biasa dari generasi muda dalam Jumbara PMR ke-10.
SURABAYA, SJP - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Palang Merah Indonesia (PMI) di Provinsi Jawa Timur tahun 2025 tidak hanya menjadi momentum refleksi dan regenerasi, namun juga melahirkan momen bersejarah.
Acara yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Semen Gresik, Kabupaten Gresik, pada Rabu (17/9/2025), dirangkai dengan Pembukaan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) ke-10 yang berhasil memecahkan rekor dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah.
Lebih dari 1.500 peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur tumpah ruah dalam acara ini. Setiap kontingen mengirimkan 38 hingga 40 peserta, menunjukkan antusiasme luar biasa dari generasi muda dalam Jumbara PMR ke-10.
Upacara pembukaan yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menjadi puncak acara. Ia mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang berhalangan hadir.
Selain Emil, turut hadir pula pengurus PMI Pusat, Ketua PMI Provinsi Jawa Timur Imam Utomo, para ketua PMI kabupaten/kota, serta Bupati Gresik selaku tuan rumah.
Momen Introspeksi dan Regenerasi
Dalam sambutannya, Wagub Jatim, Emil Dardak menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-80 PMI bukan hanya sekadar seremonial. Acara tersebut merupakan momentum untuk introspeksi diri sejauh mana PMI dapat terus menjalankan peran kemanusiaan sebagai marwah utamanya.
"Peringatan ulang tahun ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melakukan introspeksi sejauh mana kita semua akan bisa terus melaksanakan peran kemanusiaan," ujar Emil, Rabu (17/9/2025).
Ia menekankan bahwa PMI, sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan internasional, memegang teguh tujuh prinsip dasar, yaitu Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan.
Emil Dardak menyoroti tema Jumbara PMR ke-10 yang jatuh pada tahun ini, yakni "Membentuk PMI yang Cerdas, Tangkas, dan Berbudaya". Menurutnya, Jumbara adalah wadah yang ideal untuk membentuk generasi muda yang tidak apatis dan sigap dalam membantu masyarakat.
"Jumbara ini menjadi ajang untuk semakin mengokohkan pembinaan palang merah remaja di sekolah. Karena PMI sebagai bagian dari PMI, itu memang mengedepankan jiwa kerelawanan tadi," tegasnya.
"Jadi nggak boleh apatis, nggak boleh abai, nggak boleh mager generasi mudanya," tandas Emil.
PMI Jatim Siapkan Kader untuk Nasional
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Jawa Timur, Imam Utomo, kembali menjelaskan bahwa Jumbara merupakan agenda rutin yang digelar setiap empat tahun sekali. Selain menjadi ajang pembinaan, Jumbara juga berfungsi sebagai seleksi untuk memilih perwakilan Jawa Timur yang akan dikirim ke Jumbara Nasional.
"Untuk Jumbara ini setiap 4 tahun sekali kita lakukan. Di samping mempersiapkan sendiri, kita nanti mengikuti Jumbara Nasional," ujar Imam.
Ia mengungkapkan bahwa peserta Jumbara di Jawa Timur, yang berjumlah 38 kabupaten/kota, bahkan lebih banyak dibanding Jumbara tingkat nasional yang hanya melibatkan 34 provinsi. Hal itu menunjukkan potensi besar kader PMR di Jawa Timur.
Imam Utomo juga menyebut bahwa PMI terus menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memberdayakan unit PMR di sekolah-sekolah, baik dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK.
"Pengetahuan masalah PMI-an, PMR itu diajarkan. Itu kita latih," pungkasnya.
Parade Budaya, Wujud Keberagaman Nusantara
Tidak selesai disitu, sore harinya, acara juga dilanjutkan dengan parade budaya yang diikuti oleh seluruh kontingen PMR. Dengan jarak tempuh hampir 3 kilometer, peserta mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing dan menampilkan atraksi seni tradisional.
Ketua Panitia, Zainal Marzuki, menjelaskan bahwa parade ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana untuk memperkenalkan keragaman budaya Jawa Timur.
"Parade budaya ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana memperkenalkan keragaman budaya Jawa Timur," kata Zainal.
Acara peringatan HUT ke-80 PMI dan Jumbara PMR ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga cerminan dari komitmen PMI dalam membentuk generasi muda yang peduli dan siap siaga.
Dengan semangat yang diwariskan dari para pendahulu dan inovasi yang dibawa oleh generasi baru, PMI Jawa Timur menunjukkan bahwa misi kemanusiaan akan terus berlanjut dan beradaptasi. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

