Perempuan Asal Sananwetan Kota Blitar Diduga Bunuh Diri Terjun ke Sungai Brantas

Seorang perempuan asal Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar diduga bunuh diri dengan terjun ke Sungai Brantas yang ada di Dusun Mboro, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sananakulon, Kabupaten Blitar, pada Senin (12/1/2025) sore.

12 Jan 2026 - 21:53
Perempuan Asal Sananwetan Kota Blitar Diduga Bunuh Diri Terjun ke Sungai Brantas
Polisi saat menunjukan lokasi perempuan asal Sananwetan, Kota Blitar yang diduga bunuh diri dengan terjun ke Sungai Brantas. (Foto:dok/Istimewa)

BLITAR, SJP - Seorang perempuan diduga melakukan aksi bunuh diri dengan menceburkan diri ke aliran Sungai Brantas di Dusun Mboro, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar pada Senin (12/1/2026) sore.

Perempuan tersebut diketahui bernama Devi Puspitasari (35) warga Jalan Sulawesi, Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekira pukul 15.00 WIB dan dilaporkan ke pihak kepolisian pada pukul 15.20 WIB.

Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar mengatakan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban datang seorang diri ke area Sungai Brantas dengan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Mio G warna hitam kombinasi putih dengan nomor polisi AG 5828 KAN.

Setelah memarkir kendaraanya di tepi jalan dekat rumah warga, korban berjalan menuju ke pinggir sungai. Kemudian, tak lama terdengar suara percikan air yang keras dari arah sungai dan spontan warga berteriak yang menandakan ada seorang tercebur.

"Warga disana berteriak 'enek suarane wong kecemplung' yang berarti ada orang kecebur sungai. Saat itu, posisi korban masih memegang akar pohon untuk bertahan, dan saat warga berusaha memberi pertolongan, yang bersangkutan melepas pegangan tangannya dan akhirnya terbawa arus sungai Brantas ke arah barat (arah Tulungagung)," terangnya, Senin (12/1/2026).

Di lokasi kejadian, petugas menemukan dompet berwarna hitam dan STNK sepeda motor atas nama Tumiati warga Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

AKP Samsul menyebut kondisi sungai saat kejadian diketahui memiliki ketinggian sekitar 2,5 meter dari permukaan tanah dengan arus cukup deras dan cuaca cerah.

"Ada sepeda motor yang ditemukan didekat lokasi dan diduga kuat milik perempuan tersebut," ujarnya.

Menurut keterangan dari pihak keluarga korban diketahui rutin menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan mengalami depresi selama tiga tahun terkahir.

Bahkan, sebelum korban meninggalkan rumah, sempat berpamitan kepada ibunya dan menyampaikan niat untuk mengakhiri hidup.

"Info dari keluarga, yang bersangkutan merupakan janda dengan anak dua dan selama ini rutin menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai ODGJ di puskesmas setempat," katanya.

AKP Samsul menambahkan petugas dari Polsek Sanankulon bersama Polres Blitar Kota, Basarnas, TNI, perangkat desa serta reslawan potensi SAR telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan upaya pencarian.

Posko SAR Gabungan juga didirikan di Kantor Desa Tuliskriyo untuk memaksimalkan koordinasi pencarian korban. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow