166 Kali Susulan Guncang Sumenep Pascagempa M 6,5

BMKG mencatat 166 kali gempa susulan mengguncang Sumenep pascagempa M 6,5 di Pulau Sapudi. Aktivitas susulan alami tren menurun, warga diimbau tetap waspada dan tidak kembali ke bangunan rusak.

02 Oct 2025 - 20:16
166 Kali Susulan Guncang Sumenep Pascagempa M 6,5
Gempa magnitudo 6,5 merusak sejumlah rumah di Pulau Sepudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025) malam. (Foto: Beritasatu.com/Didik Setia Budi)

SUMENEP, SJP – Aktivitas seismik di wilayah Sumenep, Jawa Timur, masih terus terjadi pascagempa utama berkekuatan magnitudo (M) 6,5 yang mengguncang Pulau Sapudi pada Selasa (30/9/2025).

Hingga Kamis (2/10/2025) pukul 11.49 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 166 kali gempa susulan telah mengguncang wilayah tersebut.

Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, gempa susulan bervariasi dengan magnitudo antara 1,9 hingga 4,4. Meski masih terjadi, tren aktivitas susulan kini menunjukkan penurunan signifikan sejak hari pertama hingga hari ketiga setelah gempa utama.

“Total ada 166 kali gempa susulan yang terpantau hingga siang ini. Polanya semakin menurun, baik dari segi frekuensi maupun kekuatannya, sehingga masyarakat diharapkan tetap tenang namun tetap waspada,” kata Daryono, Kamis (2/10/2025).

Berdasarkan grafik distribusi BMKG, sebanyak 77 kali gempa susulan terjadi dalam enam jam pertama setelah gempa utama. Jumlah itu kemudian menurun menjadi 40 kali pada periode berikutnya, dan terus berkurang hingga empat kali dalam enam jam terakhir pada Kamis pagi.

Daryono menegaskan bahwa fenomena gempa susulan merupakan hal alamiah setelah gempa besar terjadi. Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak kembali ke bangunan retak atau rusak karena berpotensi roboh saat diguncang susulan.

“BMKG terus memantau kondisi seismik di Sumenep dan sekitarnya. Informasi resmi hanya akan disampaikan melalui kanal BMKG agar masyarakat tidak termakan isu atau hoaks,” ujarnya.

Sementara itu, tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD, TNI-Polri, dan relawan terus melakukan proses evakuasi, pendataan kerusakan, serta distribusi bantuan bagi warga terdampak di Pulau Sapudi.

Upaya tanggap darurat terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan wilayah terdampak tetap dalam pemantauan ketat. (**)

Editor: Rizqi Ardian 
Sumber: Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow