Tim SAR Gabungan Evakuasi ABK Asal China yang Sakit di Tengah Laut
Tim SAR gabungan mengevakuasi ABK asal China yang sakit di perairan Pulau Karang Jamuang dan membawanya ke RS PHC Surabaya, Senin (13/4/2026).
SURABAYA, SJP– Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap anak buah kapal (ABK) MV Traverse Caopeidyan, Cui Yanpo (45), warga negara China yang dilaporkan mengalami sakit dan membutuhkan penanganan medis, Senin (13/4/2026) dini hari.
Proses evakuasi berlangsung di perairan sekitar Pulau Karang Jamuang dan berjalan cukup menantang. Setelah berhasil dievakuasi, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit PHC Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, setelah sebelumnya mendarat di Pelabuhan Tanjung Perak.
Korban diketahui mengalami cedera pada bagian mata saat bekerja di ruang mesin kapal, sehingga memerlukan penanganan medis intensif.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit PH, menjelaskan bahwa KN SAR 249 Permadi bertolak dari dermaga Distrik Navigasi pada pukul 21.00 WIB dan baru dapat berkomunikasi dengan kru kapal MV Traverse Caopeidyan pada pukul 22.39 WIB melalui radio Ch 16.
Ia menambahkan, proses evakuasi dilakukan secara hati-hati. Sekitar pukul 23.19 WIB, korban berhasil dipindahkan ke KN SAR 249 Permadi dan langsung mendapatkan penanganan awal oleh tim medis dari Rumah Sakit PHC Surabaya selama perjalanan menuju darat.
Tim SAR gabungan juga mempertimbangkan kondisi cuaca berdasarkan data BMKG. Prakiraan menunjukkan angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan 10 knot, tinggi gelombang berkisar 0,2 hingga 0,5 meter, serta arus laut bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 0,84 knot.
KN SAR 249 Permadi kemudian sandar di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada pukul 01.45 WIB. Selanjutnya, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit PHC Surabaya untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
“Pada pukul 23.00 WIB, KN SAR 249 Permadi tiba di lokasi intercept yang disepakati dan kemudian melakukan proses tender dengan MV Traverse Caopeidyan. Dengan telah dievakuasinya korban ke rumah sakit rujukan, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” ungkap Nanang Sigit, Senin (13/4/2026) dini hari.
Nanang Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi tersebut.
Sumber: Beritasatu.com
Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

