Puluhan Rumah di Tulungagung Rusak Diterjang Angin Kencang, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Bencana alam ini berdampak pada tiga desa di wilayah Kecamatan Rejotangan, yakni Desa Karangsari, Desa Panjerejo, dan Desa Tugu.
TULUNGAGUNG, SJP - Puluhan rumah warga di Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, rusak akibat diterjang angin puting beliung yang terjadi pada Senin (12/1/2026) sore. Kerusakan mayoritas terjadi pada bagian atap rumah, terutama yang berbahan asbes dan genteng.
Angin kencang tersebut sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial. Dalam video terlihat pusaran angin melintas di jalan raya hingga memicu kepanikan warga sekitar.
Bencana alam ini berdampak pada tiga desa, yakni Desa Karangsari, Desa Panjerejo, dan Desa Tugu. Berdasarkan data sementara, total terdapat 42 rumah yang mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga sedang.
Salah seorang warga Desa Karangsari, Aziz Saiful Arifin (34), mengungkapkan, angin puting beliung muncul secara tiba-tiba sekira pukul 16.00 WIB. Menurutnya, angin kencang datang dari arah barat daya dan berlangsung singkat.
“Kira-kira pukul empat sore tadi, tiba-tiba angin langsung muncul dari arah barat selatan. Yang kena itu asbes teras sama genteng di bagian samping rumah,” kata Aziz.
Aziz menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi di rumahnya, tetapi juga menimpa sejumlah rumah warga di sekitarnya.
“Kalau di warga sekitar juga sama, banyak yang kena. Rumah depan, selatan, dan samping juga terdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, angin kencang tersebut hanya berlangsung kira-kira 10 menit dan terjadi tanpa disertai hujan.
“Tidak lama, mungkin kira-kira sepuluh menit. Waktu itu belum hujan sama sekali. Justru setelah hujan malah sudah enggak ada apa-apa,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Rejotangan, Didi Jarot Widodo, mengatakan, pihak kecamatan bersama pemerintah desa dan BPBD Tulungagung langsung bergerak cepat melakukan asesmen di lokasi terdampak.
“Yang terdampak yakni di Desa Karangsari, Desa Panjerejo, dan di Desa Tugu. Kami segera menyikapi secara cepat bekerja sama dengan pemerintah desa karena sudah memiliki desa siaga tanggap bencana,” ujar Didi.
Ia menyebutkan, sampai dengan Senin malam pukul 19.00 WIB, hasil pendataan sementara menunjukkan jumlah rumah terdampak paling banyak berada di Desa Panjerejo.
“Untuk Desa Karangsari, di Dusun Padangan ada 14 rumah terdampak dan di Dusun Karangsari satu rumah, jadi total 15 rumah. Desa Panjerejo di Dusun Baran 1 ada 21 rumah dan Dusun Baran 2 satu rumah, total 22 rumah. Sementara Desa Tugu ada empat rumah terdampak,” paparnya.
Didi menambahkan, berdasarkan hasil asesmen lapangan, kerusakan yang terjadi masuk dalam kategori ringan hingga sedang.
“Kalau menurut hasil kajian lapangan, ada kategori ringan dan sedang. Rata-rata kerusakan pada atap rumah, baik asbes yang terangkat maupun genteng yang melorot,” jelasnya.
Ia memastikan hingga saat ini tidak ditemukan korban jiwa maupun luka-luka akibat bencana tersebut.
“Korban jiwa tidak ada sampai sekarang. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang sudah melakukan perbaikan secara mandiri,” tambahnya.
Pemerintah daerah bersama BPBD Tulungagung terus berkoordinasi untuk penanganan lanjutan serta pendataan kerugian warga terdampak. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca buruk masih diperkirakan terjadi di wilayah Tulungagung dan sekitarnya dalam beberapa hari yang akan datang. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

